Maudy Koesnaedi, Terharu dan Merasa Kecil
1 May 2009 | Kategori: Berita

Maudy Koesnaedi
Begitu menginjakkan kaki di Tanah Suci dan menyaksikan kebesaran Kabah, berbagai macam perasaan, seperti haru, gembira, sedih dan berbagai macam perasaan lain tentu akan berkecamuk di hati setiap orang. Bahkan tidak sedikit air mata jamaah haji langsung menetes. Sebagaimana pengakuan bintang sinetron, presenter dan bintang iklan beken Maudy Koesnaedi.
”Pertama kali melihat Kabah, saya langsung menitikkan air mata, terharu, dan merasa begitu kecil di hadapan Allah yang begitu besar. Padahal baru melihat Kabah, belum yang lain-lainnya,”katanya.
Lalu doa apa yang diucapkan wanita kelahiran Jakarta 8 April 1975 di depan Kabah? Maudy mengaku tidak mempersiapkan doa khusus. Karena ketika menunaikan ibadah haji bersama keluarga besar ‘Si Doel’ itu statusnya masih kuliah, maka doa yang dipanjatkan pun adalah meminta agar dirinya lulus ujian dengan nilai bagus.
”Karena waktu kuliah saya banyak terganggu jadual syuting yang padat, maka acapkali membuat saya stres, sehingga sulit belajar. Oleh karena itu doa saya ya minta lulus ujian,”kata Maudy yang waktu itu masih kuliah di Fakultas Sastra Prancis Universitas Indonesia.
Maudy mengaku kali pertama ke Tanah Suci rame-rame bersama keluarga besar Si Doel (akhir tahun 1995). Artinya, pada malam pergantian tahun , ia berada di Tanah Suci.
Lalu, apakah perbedaan suasana malam tahun baru di Tanah Air dengan di Tanah Suci? Banyak, kata Maudy. Di Tanah Suci tidak ada hura-hura sebagaimana di Tanah Air. ”Sebelum berangkat, Bang Rano mengatakan terlalu bising di Jakarta. Ia mengajak agar tahun baru tidak membunyikan terompet, menyulut kembang api atau berhura-hura, tetapi memanjatkan doa agar diberi kehidupan yang lebih baik,”katanya.
Menurut Rano Karno, tambah Maudy, tahun baru merupakan awal yang bagus untuk berdoa kepada Allah. Jadi sebelumnya ia sudah diberitahu oleh Rano, jika malam tahun baru di Tanah Suci tidak sama dengan di Tanah Air.
Pemeran Zaenab dalam ‘Si Doel Anak Sekolahan’ tersebut mengaku, sebelumnya memang jarang merayakan malam tahun baru. Apalagi sampai ikut ber hura-hura.
Ada pegalaman unik ketika berada di Jabal Rahmah. Karena begitu banyak unta, Maudy jadi kepingin naik binatang itu untuk berfoto. Tapi apa yang terjadi? Setelah berfoto bersama onta dengan biaya 5 riyal, puluhan jamaah haji yang mengenalnya langsung menyerbu dan minta foto bersama keluarga Si Doel, yaitu Mandra, Rano, Suti dan yang lainnya.
Celakanya, tukang foto yang sebelumnya mengambil gambar Maudy dengan onta, beralih mengambil gambar keluarga Si Doel dan puluhan jamaah dari Indonesia yang memang ingin foto bersama. Nah, tukang foto itu pun mengenakan biaya 5 riyal sekali jepret. Karuan saja Maudy dan Rano sedikit menggerutu, karena di samakan dengan harga onta.
Pengalaman lain yang di alami Maudy, adalah ketika menjalankan umrah untuk mewakili ayahnya yang sudah meninggal. Ketika melakukan umrah itu, mendadak fisiknya sangat lemah. Bahkan untuk sai pun ia harus terus menerus berpegangan dinding.
Punggungnya pun terasa bengkok. Karena merasa sangat berat, artis itu mengaku seperti ngomong sendiri.”Ayo dong pa jalan, papa bisa kok, ayo pa duduk dulu. Waktu itu saya berpikir, apakah yang tengah sai itu diri saya atau papa,”tuturnya.
Anehnya, kata Maudy, begitu umrah selesai, perasaan lelah dan berat tadi hilang begitu saja. Bahkan ia mampu berjalan-jalan di pasar Seng, dengan suasana hati yang begitu senang. ”Saya nggak tahu, apakah ketika itu memang papa berada di punggung saya, atau entah apa. Sampai-sampai mama bilang, kenapa saya lama banget, cape, apa kurang tidur,” ujar bungsu dari tiga bersaudara ini mengenang.
Berbeda dengan ketika pergi umrah untuk yang kedua kalinya tahun 1998. Jika ketika bersama keluarga Si Doel lebih banyak rekreasi, ketika pergi untuk yang kedua kalinya, benar-benar untuk curhat kepada Allah.
Dalam kesempatan curhat kepada Allah SWT itu, Maudy mengaku mohon segera terbebas dari kesulitan yang menghimpir dirinya.”Saya minta dijauhkan dari berbagai kesulitan, dibukakan pikirannya, diluruskan pandanganya, serta diberikan kesehatan lahir dan batin,”ungkap Maudy. Damanhuri Zuhri/dokrep/Januari 2004

Komentar