Waria Berhaji, Kain Ihramnya Bagaimana?

8 May 2009 | Kategori: Konsultasi

Kalau seorang waria berhaji atau umrah, pakaian ihramnya bagaimana?
08132 34xxx

Jawab:
Sama dengan shalat. Kalau kecenderungannya senang kepada pria maka ia diperlakukan seperti wanita. Dan sebaliknya kalau kecenderungan hatinya senang kepada wanita maka ia diposisikan sebagai pria. Juga harus di dipertimbangkan tentang alat kelamin yang bersangkutan.

Artikel Terkait:
  • No Related Post

Komentar

5 Responses to “Waria Berhaji, Kain Ihramnya Bagaimana?”

  1. meitty on November 17th, 2009 11:44 am

    Dalam islam tidak ada gender waria, yang ada laki2 dan perempuan, sehingga bila laki2 yang memakai baju laki2, bila seorang laki2 tapi merasa seperti wanita artinya orang itu sedang ada masalah/penyakit, penyakit itu pasti ada obatnya (semua penyakit ada obatnya kecuali mati)

  2. Rio on November 20th, 2009 9:16 am

    afwan Islam hanya mengenal 2 (DUA) jenis kelamin: PRIA dan WANITA!!! di kitab manapun cuma ada dua jenis ini. Contohnya, hukum waris yang sangat gamblang di Al Qur”an, adakah kata waria disana???? Ini berarti dalam ibadah haji cuma ada Laki-laki atau Perempuan, pada saat dilahirkan dia berjenis kelamin apa, terlepas saat ini dia menjadi waria. Wallahualam

  3. redi on December 13th, 2009 4:05 pm

    Wah waria??? Hmm… Kacau dunia… Ndak boleh menyalahi kodrat, sama aja nolak perintah.. Kita didunia thu harus berperan sesuai dengan yg sudah digariskan kepada kita.. Jgn menolak dan mengubahnya…

  4. Ahsan on December 26th, 2009 7:08 pm

    Sepengatahuan saya, yang namanya kelamin laki-laki walaupun sudah dioperasi menjadi kelamin wanita, tidak bisa 100% seperti yang diinginkan. Begitu pula sebaliknya. Ini menandakan bahwa semau apapun seorang pria menjadi wanita, dia tidak akan bisa melewati batasan-batasan yang telah ditetapkan Allah. Karena itu sudah merupaknan kodrat Allah. Dan Allah akan selalu memandang dia sebagaimana Allah telah menjadikannya di bumi ini.

    Apalagi sekrang kita masuk dalam ranah peribadatan. Seharusnya waria yang berhaji atau berumroh itu ingat dan sadar akan batasan tersebut.

    Mana mungkin orang yang sudah berhaji atau berumroh masih melanggar batasan-batasan Allah??? Kalaupun waria itu masih menjalankan profesinya sebagai waria setelah berumroh, berarti hajinya belum mabrur dong! Kan waria itu masih menyalahi kodrat Allah. Terus buat apa haji kalo g ingin mendapatkan ridlo ilahi.

    Jika waria terseubut ingin hajinya mabrur.Otomatis, seharusnya waria tersebut harus sadar bahwa apa yang telah di perbuatnya telah menyalahi kodrat-kodrat dalam agama. Dan termasuk Mutasyabih bil mar-ah ataupun mutasyabih bir rijal. Sedangkan perbuatan mutasyabih itu dilarang dalam agama. Dan kalau semakin banyak orang yang mutasyabih semakin banyak pula orang yang melanggar kodrat-kodrat Allah. Berarti semakin jelas pula tanda-tanda kiamat.

    Yang pasti kalau waria berhaji yang mabrur, dia akan menjauhi segala apa yang di larang Allah, termasuk perbuatan mutasyabih tersebut. Sehingga dia akan menjalani hidup dengan qona”ah (menerima apa adanya) terhadap apa yang telah Allah berikan.

    Wallahu a”alm bishowab.

  5. memed on January 4th, 2010 12:51 pm

    Waria????
    mank itu mahluk mana???
    yg ada hanya pria dan wanita di dunia ini…
    syukuri apa yg sudah diciptakan Allah…
    “Dan (ingatlah juga) ketika Robb kalian mengatakan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka ketahuilah sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih’.” (QS. 14: 7).