Makkah dan Madinah Terus Berbenah
18 May 2009 | Kategori: Berita

Republika
Pelaksanaan haji tahun ini diyakini akan lebih naik karena langsung dikendalikan orang nomor tiga di Arab Saudi.
Musim haji 2009 masih cukup lama. Namun pemerintah Arab Saudi terus melakukan berbagai upaya perbaikan dan pembenahan. Hal ini dilakukan demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan haji tahun ini.
Setiap tahun, jutaan umat muslim dari seluruh penjuru dunia membanjiri Arab Saudi untuk menunaikan rukun Islam kelima. Kota Makkah, Madinah, Jeddah, serta tempat-tempat lain menjadi penuh sesak oleh lautan manusia.
Ritual ibadah akbar tahunan ini membuat pemerintah Arab Saudi terus melakukan berbagai penyempurnaan. Tekad itu dibuktikan dengan pengangkatan Menteri Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Nayef bin Abdul Aziz, sebagai wakil perdana menteri dua awal April lalu.
Pangeran Nayef adalah ketua Komite Nasional Perhajian Tertinggi yang jabatan dan wewenangnya sangat tinggi dalam hal perhajian. Seperti dilansir situs media center haji, Nayef yang lahir di Thaif pada 1934 itu dikenal sebagai administratur negara dan birokrat yang merupakan pekerja keras. Sejak 1952 ia mengabdi sebagai pegawai di Riyadh. Ia telah dipercaya sebagai menteri dalam negeri Kerajaan Arab Saudi selama 34 tahun.
Dengan diangkatnya Pangerang Nayef, sejumlah pihak merasa yakin pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan lebih baik karena langsung dikendalikan orang nomor tiga di Arab Saudi. Nayef memang termasuk pangeran yang paling berpengaruh di Arab Saudi.
Selain itu, Pemerintah Saudi kini juga sedang memperluas bandara internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah. Proyek ini dilaksanakan dengan menggandeng International Finance Corporation (IFC), yang merupakan anak perusahaan Bank Dunia. IFC ditunjuk sebagai konsultan keuangan yang melibatkan kemitraan publik atau swasta guna memperluas model bandara. Sektor swasta akan dipilih melalui proses penawaran yang kompetitif. Proyek infrastruktur yang penting ini akan membantu meningkatkan operasi bandara.
Dalam hal ini IFC akan ikut membantu menarik investasi sektor swasta untuk terminal baru Madinah. Proyek ini akan meningkatkan pelayanan di gerbang penting bagi jutaan jamaah haji dan umrah serta peziarah ke makam Rasulullah saw.
Abdullah Rehaimi, presiden umum badan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyatakan, kontribusi dan misi badan tersebut adalah untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas udara di seluruh negara melalui keterlibatan sektor swasta. “Kami yakin bahwa dengan dukungan dari IFC, kami akan mendapat struktur kemitraan yang menarik untuk Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz,” ujarnya.
Selain Bandara Muhammad bin Abdul Aziz, pemerintah Saudi juga akan memperluas Bandara Taif (wilayah Mekah) dalam waktu dekat menjadi bandara internasional.
Bandara ini nantinya akan menjadi bandara pendukung Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah dan Bandara Internasional Pangeran Muhamamd bin Abdul Aziz di Madinah dalam penerbangan jemaah haji dan umrah. Selama ini bandara Thaif baru menjadi bandara domestik haji dan umrah untuk jamaah haji asal Kerajaan Arab Saudi.
Proyek infrastruktur lainnya yang sedang dikerjakan Pemerintah Saudi adalah pembangunan jalur kereta api Jeddah-Makkah-Madinah. Menteri Perhubungan dan Transportasi Kerajaan Arab Saudi, Dr Jabbarah Ash-Sharaysiri, menyatakan pembangunan jalur kereta api untuk Jeddah-Makkah-Madinah sudah sangat siap dan sudah disepakati Majelis Anggaran Kerajaan Arab Saudi. Demikian seperti dijelaskan Jabbarah kepada harian Al-Watan (Arab Saudi) beberapa waktu lalu.
Jalur kereta api ini penting untuk memecahkan masalah transportasi di negara penghasil minyak ini. “Jika menggunakan kereta api, maka Makkah-Jeddah hanya akan ditempuh dalam waktu setengah jam. Sedangkan Madinah-Makkah atau Madinah-Jeddah akan ditempuh dalam waktu dua jam,” kata Jabbarah.
Selain trayek tersebut, juga akan dibangun jalur monorail dan kereta api untuk Makkah-Mina-Muzdalifah-Arafah. Anggaran yang disiapkan untuk proyek ini sekitar 6,78 miliar riyal. Kecepatan kereta api mencapai 300 kilometer per jam.
Jabbarah juga mengungkapkan, jalur kereta api akan dibangun pula membelah wilayah Kerajaan Arab Saudi dari selatan ke utara. Dari Pelabuhan Islam di Jeddah mencapai Riyadh hingga pelabuhan Raja Abdul Azizi di Dammam, Teluk Arab yang jaraknya mencapai sekitar 950 kilometer.
Pembangunan berbagai proyek infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Saudi ini membuktikan bahwa mereka sangat serius dalam menangani ibadah haji yang melibatkan jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia. Jika proyek-proyek tersebut telah selesai dibangun, maka akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan ibadah haji. n kutipan:
Dengan kereta api, Makkah-Jeddah cukup setengah jam, Makkah-Madinah dan Jeddah-Madinah, dua jam. jar/yto

Komentar