Biaya Haji 2009 Dipastikan Naik
1 June 2009 | Kategori: Haji
JAKARTA–Hasil raker panja Komisi VIII dengan pemerintah memutuskan bahwa Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2009 naik sedikit. Hal itu terutama berasal dari biaya sewa pemondokan yang mengalami kenaikan.
Demikian dijelaskan Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Depag, Abdul Ghofur Djawahir. ”Berdasarkan kesepakatan panja DPR dengan pemerintah, ada kenaikan rata-rata untuk yang komponen dolar, sebesar 84 dolar AS. Namun, ada penurunan pada komponen rupiahnya rata-rata Rp 401 ribu,” tegas dia, di Jakarta, Ahad (31/5).
Penurunan ini, lanjutnya, karena seluruh komponen dalam negeri dihapuskan, kecuali asuransi. Adapun terhadap kenaikan biaya, dipicu dari sektor pondokan atau perumahan jamaah di Makkah dan Madinah.
”Selain harga pasarannya juga naik, ini juga tuntutan dari semua pihak untuk memperbaiki kondisi perumahan atau pondokan dari tahun lalu,” kata Ghofur.
Dengan itu, maka pondokan di ring tiga yang jaraknya cukup jauh, akan dihilangkan. Jadi, di Makkah hanya tinggal pemondokan di ring satu dan ring dua yang disewa.
Nantinya, untuk ring satu, rata-rata berjarak sekitar 1.400 meter hingga 1.900 meter dari Masjidil Haram. Sementara ring dua, mulai dari 2.000 hingga sekitar 5.000 meter. ”Tapi, masih ada sedikit yang berjarak sekitar 7.000 meter, dan akan disediakan angkutan bus,” tandas Ghofur.
Tahun lalu, jumlah jamaah yang berada di ring satu hanya sekitar 18 persen, untuk tahun 2009 ini bakal meningkat menjadi 26,4 persen. ”Rata-rata peningkatan untuk sektor pondokan adalah 175 dolar AS,” papar dia lagi.
Meski begitu, terjadi penurunan biaya dari sektor penerbangan sebesar 91 dolar AS. Namun ada catatan, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk menetapkan angka yang lebih riil lagi sebelum menjadi Keppres.
Lebih lanjut diungkapkan, seperti tahun lalu, pemberangkatan jamaah tetap melalui 11 embarkasi. Masing-masing embarkasi memiliki sedikit perbedaan besaran BPIH, tergantung jarak embarkasi ke Jeddah atau Madinah. ”Seluruh keputusan merupakan hasil kesepakatan dengan dewan. Selanjutnya, hasil ini akan dibawa ke Raker DPR, kemudian baru ke Presiden untuk ditetapkan Keppres-nya,” urai Ghofur.
Biasanya, besaran yang nanti ditetapkan tidak akan jauh dari hasil panja.” Namun pernah terjadi, ada kebijakan khusus dari presiden. osa/yto


Assalamualaikum.Para pemimpin & Anggota DPR & DEPAG RI Yth.
Janganlah menaikan ONH dengan tanpa memikirkan saudara2 muslim Anda yang sedang kesulitan saat ini artinya Anda sekalian sudah menzalimi saudara anda sendiri.Berbuatlah yang terbaik selagi anda punya kemampuan untuk melakukannya.Biaya pondokan ditanah suci tidaklah semahal yang anda tulis bisa dibuktikan langsung kepada pemilik pondokan disana.Harga Avtur jelas lebih rendah dari harga tahun lalu janganlah maskapai penerbangan mengambil untung terlalu besar.Ingatlah Allah Maha Mengetahui & Maha Melihat.Syukran.wassalam
Assalamualaikum wr wb.
Para pengambil keputusan yang terhormat,
Mohon dapat dipertimbangkan untuk tidak menaikkan BPIH terlalu tinggi dari tahun lalu. Selain karena sudah dijanjikan bakal turun oleh Menag, kenaikkan yang terlalu tinggi akan memberatkan calon jamaah haji akibt kondisi neara kita yang saat ini sdg mengalami krisis. Kan tidak baik bila calon jamaah haji harus ngutang untuk menutup kekurangannya.
Wassalam,
Daru
kami calon jemaah haji smua bingung ada berita ada kenaikan 84 dollar tapi ada penurunan 401ribuy rupiah. yang jelas kesimpulannya naik. saya heran tahun lalu avtur naik biaya pemondokan juga naik tapi kenapa sekarang avtur turun biaya pemondokkan naik masih saja ONH naik?
as.wr.wb. mohon jangan dinaikkan lagi, apalagi menag pernah bilang bahwa ongkos haji tahun 2009 kemungkinan turun. ingatlah saudara kita yang kurang mampu tapi sangat kepingin menunaikan ibadah haji. semoga Allah membalas kebaikan para pembuat kebijakan agar tidak menaikkan onkos Haji
As,Wr.Wb Kami sangat menghargai kpd para pengambil keputusan yang budiman, mohon sangat dapat di pertimbangkan kembali perihal biaya haji, supaya dapat ditekan sekecil mungkin dg tdk mengurangi pasilitas yang di berikan kdp kami pd saat nanti beribadah di tanah suci,mungkin kita bisa study banding dg tetangga kita malaysia.
Assalamu ‘alaikum Wr Wb.
Yth, Para Pengambil Keputusan
Ingatlah bahwa niat melaksanakan ibadah haji adalah niat untuk menjadi tamu-tamu Allah. Tolonglah berbuat yang terbaik untuk menghormati dan melayani tamu-tamu Allah. Karena Anda diberi kekuasaan untuk melakukan itu, tunaikanlah dengan amanah jangan menzolimi para calon tamu Allah. Semoga Allah pun akan membalas kebaikan Bapak/ibu sekalian. Wassalam
Ass wr wb
Setiap niat yang baik pasti akan diberi kemudahan oleh Allah SWT…berapa pun kenaikan/penurunan ONH besar atau kecil…Insya Allah, kita akan diberi kemudian jika Allah telah menunjuk kita sebagai tamu NYA. Amin.
Pak, kenapa dibandingkan dengan negara tetangga seperti malaysia kita lebih mahal? padahal mereka bisa mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang lebih baik
Yth bpk-bpk yang terkait mengenai besaran ONH berpihaklah pada rakyat yang tlah ihklas menjual tanahnya demi panggilan Allah/ibadah haji, bukan berpihak pada pejabat-pejabat agar kursi anda tdk tergeser. Allahu Akbar , sekecil apapun rupiahnya jika didapat dengan cara orang lain menjadi terbebani dan kurang ihklas ,maka siap-siap suatu saat pasti azab Allah akan menghampiri anda beserta kluarga jika rupiah yang tdk halal tsb termakan kluarga.semoga tdk demikian adanya,contoh knapa Malayasia ONH nya bisa lbih murah? berarti Pemerintahnya/DPR betul-betul wakil rakyat.
Yth bapak Menag, bapak sdh berjanji ONH tidak akan naik, dengan alasan tidak spt tahun lalu, tapi kenyataan msh naik jg. Lebih baik Depag diaudit dan transparan, dana haji msk ke departemen keuangan, bukan Depag. Mohon Bapak Presiden mentertibkan pelaksanan ibadah haji dari dana dan pelaksanaan dari setiap tahun tidak pernah beres.
ONH mau dinaikkan? Tidak masalah asal kenaikan itu seimbang dengan pelayanan yang diberikan kepada para jamaah haji. Dari pengalaman setiap tahunnya, selalu ada masalah bahkan dari pengalaman haji tahun 2007 yang saya alami sendiri, tidak ada sumbangsig apapun dari TPHD atau apapun istilahnya, termasuk juga ketua KLOTER. Justru yang paling berjasa adalah Tim Kesehatan yang sangat serius dan kerja keras melayani jamaah.
Dengan fakta itu, maka sebaiknya TPHD, entah dari Kabupaten (diwakili oleh orang dari DEPAG) ataupun dari PROVINSI dikurangi saja karena hanya akan membuang uang NEGARA (uang rakyat) karena tidak ada fungsinya. FAKTA di lapangan bahwa jamaah berjalan sendiri-sendiri dipandu dari KBIH masing-masing.
Tambahan:
Pada tahun 2007, saya tinggal di maktab di Hafaer, Umur Quro dengan jarak sekitar 1.5 km dari Masjidil Haram, tepatnya tepat di ujung jembatan layang Umul Qura. Tepat di sebelah maktab kami adalah jamaah haji dari Surabaya dan makfabnya tsb sangat bagus, tidak seperti maktab kami. Lokasi kami berjejeran dan hanya terpisah dengan gang selebar 3 meter saja. Namun ada satu pertanyaan yang tidak terjawabkan bahwa dengan fasilitas pemondokan yang bagus itu, mereka mendapat pengembalian uang sebesar 500 Real sedangkan kami yang tinggal dipemondokan jelek, kotor hanya mendapatkan pengembalian 400 REAL. Sangat LUCU kan….Adakah permainan soal pengembalian ini??? Kenapa jamaah dari Surabaya dapat 500 dan kami hanya 400. Selisih 100 real jika dikalikan 200 jamaah berarti sudah ada 20,000 real, jumlah yang lumayan kan.