Calon Jamaah Haji Meningkat

7 June 2009 | Kategori: Berita

h-127JAKARTA–Walaupun pemerintah telah berupaya menekan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH), tuntutan agar BPIH diturunkan lagi terus menguat. Kendati demikian, keinginan umat Islam Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji tak pernah surut.

Hal itu tampak dari banyaknya calon jamaah haji yang berebut untuk mendaftarkan diri beribadah haji melalui sejumlah Yayasan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).Di Kota Lampung, beberapa KBIH kebanjiran calon jamaah haji (CJH). Para CJH berharap, dengan mendaftarkan lebih dini, kesempatan beribadah haji bisa cepat terlaksana. Selain itu, mendaftarkan diri secara dini dapat dimanfaatkan untuk memperdalam pengetahuan tentang ibadah haji.

Ustaz Bukhari Muslim, pembimbing haji pada KBIH Ikhwan Al Hakim, mengatakan, jumlah calon haji yang membutuhkan bimbingan di KBIH Kota Bandarlampung meningkat dibandingkan tahun 2008 lalu.ia menjelaskan, khusus di KBIH Ikhwan Al Hakim, sampai dengan 5 Juni 2009, sudah tercatat sebanyak 123 orang calon haji yang membutuhkan bimbingan, yang berarti sudah hampir tiga rombongan jamaah haji.

”Alhamdulillah, di KBIH Ikhwan Al Hakim sampai hari ini sudah terdaftar 123 jamaah. Yang berarti, untuk genap tiga rombongan atau 135 orang, tinggal 12 orang lagi karena satu rombongan jamaah haji jumlahnya 45 jamaah,” ujarnya, Jumat (5/6).

Bukhari mengatakan, tahun 2008 lalu, jumlah jamaah haji yang mendaftar melalui KBIH Ikhwan Al Hakim hanya berjumlah 16 orang. “Tahun lalu, di KBIH, kita membimbing sebanyak 16 orang. Untuk tahun ini, yang ada saja sudah hampir tiga rombongan atau 123 orang,” ujarnya.

Menurut Bukhari yang juga dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung itu, pihaknya optimistis, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kuota yang tersisa akan terpenuhi, apalagi waktunya masih cukup lama.”Biasanya, akan banyak CJH yang mendaftar itu kalau sudah masa-masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH),” jelasnya.

Bukhari menambahkan, pada satu sisi, dia bersyukur karena jumlah jamaah meningkat drasis. Di sisi lain, pihaknya juga harus meningkatkan pelayanan membimbing para jamaah itu.Sebelumnya, kalangan pengusaha KBIH dan pengusaha perjalanan haji khusus di berbagai daerah di Provinsi Lampung ramai-ramai memperebutkan simpati para calon jamaah ibadah umrah dan haji tahun 2009.

Menurut Biro Mental Spiritual Pemda Provinsi Lampung dan Kanwil Depag Provinsi Lampung, di Provinsi Lampung terus berkembang KBIH-KBIH, travel haji khusus (ONH Plus) yang melayani bimbingan dan pelaksanaan ibadah haji dan umrah itu.Namun, diperoleh informasi pula bahwa jumlah KBIH yang resmi masih sedikit, sedangkan KBIH yang ada merupakan “kepanjangan tangan” KBIH yang mendapat izin dari Depag.

Berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2008 di Kantor Wilayah Departemen Agama (Kanwil Depag) Provinsi Lampung, secara umum penyelenggaraan ibadah haji pada 1429 H/2008 M lalu berlangsung cukup baik.

Kepala Kanwil Depag Lampung, Sya’roni Ma’shum, mengakui ada beberapa permasalahan yang harus diperbaiki dalam penyelenggaraan ibadah haji yang akan datang, seperti masalah transportasi atau pemondokan (maktab) yang jauh dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Kemudian, begitu pula dengan bus yang digunakan mengangkut jamaah tidak memiliki toilet, akomodasi di Asrama Haji Rajabasa yang kurang penerangan, air bersih, dan lainnya.Provinsi Lampung pada musim haji 1429 H/2008 M lalu mengirimkan sekitar 6.200 jamaah dari 11 kabupaten dan kota yang terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter), yakni 31 sampai dengan kloter 44, sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 21 orang.

Belum tahu ada kenaikan BPIH
Sementara itu, di Sumenep (Madura), sejumlah calon jamaah haji belum mengetahui secara pasti kenaikan BPIH tahun ini. ”Jangankan rencana kenaikan, hingga Sabtu ini (kemarin–Red) saja, kami juga belum tahu angka pasti BPIH tahun ini,” kata Mohammad Mukhsin, salah seorang CJH dari Sumenep.

Dia sudah mendengar rencana kenaikan BPIH sebesar 84 dolar dari pemberitaan media massa. ”Kami berharap, menteri agama bisa menetapkan BPIH dengan sewajarnya,” lanjutnya.Pada Jumat (5/6) lalu, Menag mengungkapkan, dirinya akan terus berupaya menekan biaya naik haji tahun ini. Namun demikian, kenaikan BPIH tetap ada. ”Kenaikan BPIH ini sudah hasil maksimal dari upaya kami bersama dengan Komisi VIII DPR RI,” terangnya.

Direktur Jenderal Saudi Arabian Airlines, HE Khaled Almolhem, menegaskan, harga atau tarif penerbangan yang sudah ditetapkan bagi jamaah Indonesia sulit untuk diubah. sya/ant/yto

Artikel Terkait:

Komentar