Saudi Pantau Flu Babi Terkait Haji

15 June 2009 | Kategori: Haji, Umrah

flu-babiJAKARTA–Wakil Menteri Haji Kerajaan Arab Saudi Ali Balkhayr mengatakan, pihaknya sangat hati-hati melihat wabah penyakit menular, seperti flu babi, di berbagai belahan dunia akhir-akhir ini.
Pihaknya, bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi akan menghentikan masuknya setiap jemaah yang membawa penyakit infeksi berbahaya itu. “Kegiatan umrah tidak pernah terganggu oleh penyakit menular dan tidak ada yang pembatalan haji karena flu babi,” tambahnya.

Menurut Saad Al-Qurashi, ketua Komite Nasional Haji dan Umrah, tidak ada kasus flu babi yang terdeteksi di antara jemaah umrah sejak virus berasal dari Meksiko itu merebak dua bulan lalu. “Tidak ada jemaah membawa penyakit menular yang dibolehkan memasuki Kerajaan Arab Saudi karena perwakilan di luar negeri ketat dan mengaitkan dengan visa,” kata Al-Qurashi.

Departemen Kesehatan Arab Saudi telah mendiagnosa seorang mahasiswa yang baru pulang dari AS dengan flu babi pada hari Ahad lalu. Namun, Rabu kemarin ia mulai membaik. Dan ini menjadi kasus flu babi kedua di negara kaya minyak itu. Pertama adalah kasus flu babi yang dilaporkan pada 3 Juni yang menimpa seorang perawat di Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal di Riyadh yang terinfeksi setelah berlibur ke Filipina.

Langkah-langkah pencegahan yang diambil oleh pihak berwenang Saudi di beberapa pintu masuk darat, laut dan udara. Menurut Konsul Jenderal Mesir di Jeddah Ali al-Ashiri, persiapan meningkatnya aliran jemaah umrah pada bulan Rajab (Juni-Juli) dan Ramadhan (Agustus-September) akan mencakup kampanye kesadaran tentang gejala flu babi dan langkah-langkah pencegahan termasuk memakai masker di tempat-tempat yang ramai dan kepatuhan peraturan.

“Ini merupakan fakta bahwa Arab Saudi mampu bekerja efektif memantau dan menangani penyakit menular selama musim haji,” kata Al-Ashiri. “Di masa lalu Arab Saudi berhasil menangani penyakit berbahaya, seperti SARS dan demam,” kata diplomat itu yang dikutip harian Arab News edisi Jumat, 12 Juni hari ini.

Ia mengatakan Mesir telah mengasuransikan kesehatan jemaah hajinya sehingga mereka tidak mempunyai masalah dalam mendapatkan perawatan di rumah sakit Saudi. Menurutnya, Departemen Kesehatan Mesir membuka kesempatan pemeriksaan kesehatan untuk setiap jemaah haji dan semua jemaah akan menjalani check-up kesehatan sebelum berangkat menuju kota suci. mch/yto

Artikel Terkait:

Komentar