Tarbiyah Dukung MUI Soal Vaksin Meningitis Darurat

21 July 2009 | Kategori: Haji, Umrah

h-120JAKARTA–Pengurus Besar Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PB Tarbiyah) mendukung fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengatakan vaksin meningitis boleh digunakan jamaah haji atas nama kedaruratan.

“Kita sepaham dengan pendapat MUI bahwa vaksin itu boleh digunakan pada musim haji ini,” kata Ketua Majelis Mukhtasar PB Tarbiyah, H.M. Adnan Harahap, di Jakarta, Minggu.

Ketua Takmir Masjid Istiqlal Jakarta itu mengatakan, pada musim haji berikutnya diharapkan pihak yang memproduksi vaksin ini bisa menghasilkan vaksin yang halal sesuai ketentuan Islam.

Sebelumnya, Kamis (16/7), MUI tetap menyatakan vaksin meningitis haram, namun membolehkannya dengan alasan darurat.

Ketua MUI, KH Ma`ruf Amin, mengatakan, vaksin itu hanya boleh digunakan orang yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji. “Untuk wajib haji, MUI membolehkan,“ kata Ketua MUI, KH Ma`ruf Amin, seusai pengambilan keputusan soal vaksin, Kamis (16/7).
Untuk jamaah umrah, penggunaan vaksin itu juga dibatasi. MUI hanya membolehkan vaksin itu bagi orang yang telah bernazar.

Penggunaan vaksin itu dihukum darurat karena Pemerintah Arab Saudi tetap mewajibkan. Padahal, yang ada hanya vaksin dari Belgia.

MUI pada 6 Juni 2009, mengeluarkan fatwa haram terhadap vaksin meningitis karena setelah diteliti, diketahui bahwa vaksin itu mengandung enzim babi.

Hal ini diperkuat penjelasan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pusat, Husniah Rubiana Thamrin, yang mengatakan dalam proses pembuatan vaksin meningitis bersentuhan dengan unsur babi.

Menyikapi kasus vaksin ini, delegasi ulama Indonesia menemui Grand Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syekh Abdul Aziz bin Abdullah Ahal Syekh, dan Menteri Urusan Haji Arab Saudi, Hatim Hasan Qadi, pada 13 Juli 2009. Pihak terkait di Arab Saudi tersebut kaget mendengar vaksin meningitis mengandung babi.

Bahkan, Grand Mufti berjanji melakukan penelitian dan pengujian laboratorium untuk memastikan hal itu. Fatwa akan dikeluarkan setelah penelitian.

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari pernah mengatakan Indonesia mampu membuat vaksin mengitis pada 2010 karena Indonesia merupakan satu dari 20 negara di dunia yang mampu memproduksi vaksin.(mch/yto)

Artikel Terkait:

Komentar