Iran Larang Umrah Selama Ramadhan
7 August 2009 | Kategori: Berita
TEHRAN — Merebaknya wabah flu babi membuat Pemerintah Iran melarang rakyatnya melaksanakan ibadah umrah selama bulan Ramadhan. Menteri Kesehatan Iran, Mohammad Bagher Lankarani, mengatakan, tak ada warga Iran yang akan menunaikan ibadah umrah selama bulan suci.
””Warga Iran yang menunaikan umrah juga akan meninggalkan Saudi Arabia sebelum bulan Ramadhan tiba,”” ungkap Lankarani, Rabu (5/8). Pemerintah Iran berharap, seluruh warganya bisa meninggalkan Saudi Arabia pada 22 Agustus mendatang.
Pemerintah Iran juga akan membatasi warganya yang akan menunaikan ibadah haji pada November mendatang. Menurut dia, warga Iran yang berusia lebih dari 65 tahun dan lebih muda dari usia 10 tahun, serta orang yang mengidap penyakit kronis dilarang melaksanakan ibadah haji pada tahun ini.
Diperkirakan, pada musim haji tahun ini, sekitar dua juta umat Islam dari seluruh dunia akan berkumpul di Tanah Suci Makkah. Selain itu, sepanjang tahun, umat Islam berdatangan ke Makkah untuk menunaikan ibadah umrah. Pada Ramadhan, jumlah umat Muslim yang menunaikan umrah naik beberapa kali lipat.
Pelaksanaan umrah dan ibadah haji tahun ini dibayang-bayangi kekhawatiran merebaknya flu babi. Badan Kesehatan PBB (WHO) menyatakan, flu babi menyebar ke seluruh dunia dengan kecepatan yang tak dapat diprediksi.
Sedikitnya, lebih dari 700 orang meninggal akibat flu babi.
Di Iran, sudah terdapat 130 kasus flu babi. Kebanyakan orang-orang terkena flu babi ketika mereka pulang dari ibadah umrah. Sejumlah negara Muslim lainnya juga mulai melarang warganya untuk melakukan ibadah umrah. Pasalnya, mereka khawatir warganya akan terkena flu babi jika berada di sebuah tempat yang sesak dengan banyak orang.
Bulan lalu, Kementerian Kesehatan Arab Saudi, setuju untuk melarang orang yang sudah tua dan anak kecil pergi umrah maupun naik haji pada tahun ini.
Pemerintah Saudi juga telah memberlakukan sejumlah mandat yang harus dipatuhi bagi orang-orang yang naik haji pada tahun ini. dya/iol/yto

mudah2an saja pemerintah Indonesia sudah mengantisipasi wabah flu babi.
Insya Allah