300 Calhaj Jatim Diberi Kesempatan Lagi
22 August 2009 | Kategori: Berita

Republika
SURABAYA–Sekitar 300 haji dari Jawa Timur (Jatim) diberi kesempatan lagi berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. “Mereka diberi kesempatan lagi setelah pelunasan BPIH tahap pertama masih ada sisa,” kata Kepala Bidang Haji Kantor Wilayah Departemen Agama Jatim Drs H Najiyullah M.Si di Surabaya, Jumat.
Didampingi staf Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Depag Jatim, HA Shony Mashar Adha SE, ia mengatakan pelunasan BPIH (biaya penyelenggaraan ibadah haji) tahap pertama menyisakan 1.816 calon haji (calhaj).
“Pelunasan BPIH tahap pertama sudah selesai pada 12 Agustus lalu dan pelunasan tahap kedua dimulai 18 Agustus lalu hingga 26 Agustus mendatang dengan peluang sebanyak 1.816 calhaj,” katanya.
Menurut dia, 1.816 calhaj yang belum melunasi BPIH pada tahap pertama akan menjadi calhaj pada tahun berikutnya, sedangkan 1.816 calhaj yang semula berangkat tahun 2010 akan maju untuk berangkat tahun ini.
“Tapi, 1.816 calhaj itu akan kami prioritaskan kepada 300-an calhaj yang sudah pernah haji dan sempat tertunda berangkat tahun ini karena sudah pernah haji, lalu sisanya diberikan kepada calhaj yang belum pernah haji,” katanya.
Namun, katanya, sisa dari 33.935 calhaj Jatim yang menjadi kuota Jatim kini diperkirakan jumlahnya tidak sampai 1.000 orang, karena 1.816 calhaj yang kosong itu sudah mulai banyak yang melunasi BPIH 2009.
“Bila pelunasan BPIH tahap kedua selama seminggu juga belum habis, sisanya akan diperebutkan secara nasional,” katanya.
Ia menambahkan BPIH 2009 ditetapkan 3.512 dolar AS (setara dengan Rp35.822.400,00 untuk kurs Rp10.200,00) dan Rp100.000,00 untuk biaya operasional di dalam negeri.
“Biaya dengan dolar ada kenaikan 50 dolar dibanding tahun sebelumnya, sedangkan biaya dengan rupiah justru turun dari Rp501.000,00 menjadi Rp100.000,00,” katanya.
Hingga kini, Kanwil Depag Jatim tidak hanya melayani calhaj dari Jatim, karena Embarkasi Surabaya meliputi calhaj dari Jatim, Bali, NTB, dan NTT. ant/taq/yto

Komentar