Transportasi Selama Pelaksanaan Haji Masih Rumit
24 August 2009 | Kategori: Berita
JAKARTA–Empat negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Brueni Darussalam, dan Singapura, mengakui betapa rumitnya pengurusan transportasi jamaah haji bagi masing-masing negara selama musim haji. Pasalnya, menyediakan trasnportasi massal dalam waktu yang bersamaan dan satu lokasi yang sama memang sesuatu yang cukup rumit
””Kalau nanti Pemerintah Saudi bisa mrekomendasikan bahwa transportasi diurus oleh pemilik pondokan, ini akan sangat membantu kami dan juga negara-negara lainnya,”” ujar Abdul Ghafur Djawahir, Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Depag, Ahad (23/8).
Menurut Ghafur, hasil pertemuan tingkat teknis empat negara ASEAN tersebut, akan dibawa sebagai rekomendasi pada menteri agama-masing-masing negara untuk dibahas berikutnya pada pertemuan tahunan menteri agama empat negara tersebut. ””Untuk tahun ini, pertemuan tersebut akan diselenggarakan di Brunei Darussalam. Kemungkinan sebelum penyelenggaraan haji,”” jelasnya.
Ghofur menambahkan, keempat negara berharap Pemerintah Arab Saudi bisa menindaklanjuti keinginan atau harapan dari hasil pertemuan empat negara ASEAN. Jumlah jamaah haji keempat negara ini setiap tahunnya cukup besar.
Dua tahun terakhir, jumlah jamaah haji Indonesia sekitar 207 ribu per tahu. Sementara, Malaysia sekitar 26 ribu, Singapura sebesar empat ribuan, dan Brunei Darussalam sekitar enam ribuan. ””Selain itu, setidaknya saat ini ada dua negara ASEAN lainnya yang ingin bergabung dalam pertemuan rutin tahunan menteri agama tersebut,”” tegasnya. osa/eye/yto

Bangsa Indonesia udah lama ngurus haji.sampai hari gini alasan melulu.kasian Pak haji kita.Tahu aturan agama tapi ngak mau bantu secara kappah kepada sesama muslim.cuman lift service aja.ingat Pak dosa.