Calon Jamaah Haji dari DIY Belum Terima Tas dari Garuda

30 September 2009 | Kategori: Haji

YOGYAKARTA–Sampai saat ini para calon jamaah haji dari DIY yang jumlahnya sekitar 3.125 orang belum menerima tas koper, tas jinjing dan paspor dari Garuda.

””Saya masih menunggu tas dari Garuda. Tas ini penting karena calon jamaah haji tidak boleh memakai tas lain, selain dari Garuda. Sampai hari ini saya menelpon ke Garuda untuk menanyakan tas belum bisa tersambungkan,””kata Kepala Seksi Haji Kanwil Departemen Agama DIY Drs H. Muhammad di ruang kerjanya, Rabu (30/9). Sehubungan dengan hal itu, pihaknya telah mengirim surat ke Garuda agar mengirim tas untuk calon jamaah haji langsung ke kabupaten/kota supaya cepat.

Selanjutnya untuk pengurusan paspor bagi para calon jamaah haji dari DIY 100 persen sudah selesai. Sementara itu pengurusan viskal sebanyak 2.600 buah sudah selesai dan yang 500 buah sedang diambil. Untuk dapih (dokumen administrasi perjalanan ibadah haji) sekarang sedang dibuat dan sudah selesai 640 buah. ””Insya Allah dalam waktu seminggu lagi semua Dapih sudah selesai dibuat semua. Karena sebelum Lebaran kami konsentrasi di paspor,””tutur Muhammad.

Dia menjelaskan, dapih ini sama dengan paspor coklat yaitu untuk memberikan kemudahan selama perjalanan haji. Di setiap embarkasi, sejak berangkat hingga kepulangan, kertasnya di sobek. Misalnya: lembar C pada saat pemberangkatan sebelum naik ke pesawat disobek oleh petugas imograsi, lembar H disobek di embarkasi di Arab Saudi sebelum pulang ke Indonesia.

Kloter pertama dari Yogyakarta masuk asrama embarkasi di Solo tanggal 27 Oktober 2009. Untuk gelombang I ada empat kloter (17,19,21 dan 22), sedangkan gelombang II lima kloter (63,65,67, 69 dan 70).

Sementara itu di tempat terpisah Kepala bidang Pelayanan Medik RSUD Kota Jogja, Agus Sudrajat mengatakan mulai Rabu (30/9) para calon jamaah haji dari kota Yogyakarta sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan tahap kedua. ””Pemeriksaan calhaj kali ini dimulai hari ini (30/9) hingga Sabtu (6/10) berupa pemeriksaan fisik. Bagi calhaj dibawah 40 tahun diperiksa vital sign-nya mulai dari nadi, pernafasan dan lainnya. Selain itu juga pemeriksaan lab standar meliputi pemeriksaan darah dan urine rutin.

Bagi calhaj berusia 40 tahun ke atas selain diperiksa kesehatan fisik, juga pemeriksaan pada faktor resiko yang rentan diderita, yakni rontgen foto thorax dan rekam jantung. Khusus untuk perempuan dan pasangan usia subur harus diperiska tes kehamilan, sebab kalau diketahui hamil, tidak diperbolehkan diberi imunisasi atau vaksinasi yang akan berakibat buruk pada sang bayi. Sehingga keputusan akhir ibu hamil tidak diperbolehkan naik haji.

Tahun ini ada kewajiban yang harus dilakukan oleh calhaj yakni divaksinasi untuk meningitis dan influenza. Vaksin ini disediakan pemerintah secara gratis. Biaya yang diterapkan untuk pemeriksaan calhaj yakni Rp 124.000 bagi calhaj berusia kurang dari 40 tahun, Rp 296.000 untuk calhaj lebih dari 40 tahun, dan bagi calhaj laki-laki sebesar RP 259.000 dan calhaj perempuan sebesar Rp 278.000, jelas Agus. nri/pur/yto

Artikel Terkait:

Komentar