Dubes Saudi: 100 Ribu Lebih Visa Haji Telah Dikeluarkan
2 October 2009 | Kategori: Berita
JAKARTA–Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Abdulrahman Muhammad Amin Al-Khayyat mengatakan, Pemerintah Arab Saudi tidak akan melayani visa kecuali yang memiliki paspor hijau. Pihaknya sudah menerbitkan 100.000 lebih visa untuk tahun ini.
“Penggunaan paspor hijau tidak mengalami masalah. Penyelesaian visa terakhir tanggalnya sudah ditetapkan, terakhir tanggal 25 Zhulqadah,” kata Dubes Arab Saudi di ruang kerjanya, kemarin.
Abdulrahman memaparkan, Indonesia setiap tahun selalu mengirimkan jamaah haji ke Tanah Suci. Mulai tahun ini diberlakukan paspor hijau. Dengan demikian, paspor haji yang selama ini dipakai oleh jamaah haji Indonesia otomatis harus diubah, menjadi paspor hijau. Kebijakan Arab Saudi ini berlaku bagi jamaah haji seluruh dunia.
Persiapan dalam menghadapi jamaah haji Pemerintah Saudi telah meningkatkan persiapan secara baik. “Ini untuk mempermudah para tamu Allah untuk melaksanakan ibadah haji, baik saat berkunjung maupun kembali ke tanah air masing-masing. Bukan hanya melontar jumrah, tapi juga sai dan umrah. Kami berupaya melayani secara baik.”
Menghadapi jamaah umrah yang seharusnya pulang tapi berlanjut melaksanakan haji, menurut Abdulrahman, hal ini sangat rumit. Pemerintah Arab melakukannya sangat bijak. Melakukan koordinasi bahwa visa umrah itu untuk umrah dan visa haji untuk haji. “Kita melakukan koordinasi dengan Indonesia maupun Arabia. Fenomena ini bukan hanya di Indonesia, tapi juga dinegara-negara lain, berumrah langsung melaksanakan haji. Ini sebenarnya membebani pemerintah Arab Saudi.”
Tentang adanya tamu yang diundang Kerajaan Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji, jumlahnya sangat terbatas. Ini kebijakan Pemerintah Arab Saudi untuk mengundang para tokoh umat Islam di seluruh dunia. Namun, setiap tahunnya umat Islam Indonesia itu paling banyak diundang, dibanding dari negara lain. (mch/yto)

Komentar