Pemondokan Calhaj Kalsel Berjarak 7 Kilometer

7 October 2009 | Kategori: Berita

BANJARMASIN–Pemondokan calon haji (Calhaj) Kalimantan Selatan (Kalsel) pada musim tahun 2009 berada pada ring satu dan dua dari lokasi tempat ibadah haji di Masjidil Haram, kata Kepala Bidang Haji Depag Kalsel Anwar Hadimi di Banjarmasin, Selasa (6/10).

Menurut dia, dari dua lokasi pemondokan itu untuk ring dua jaraknya relatif cukup jauh yakni antara dua hingga tujuh kilometer sehingga disediakan angkutan bus untuk antar-jemput. Sedangkan lokasi pemondokan ring satu relatif dekat yakni berada sekitar 500 meter – 2 kilometer dari Masjidil Haram sehingga calon haji cukup berjalan kaki dari pemondokan.

Calon haji yang mendapatkan pemondokan pada ring satu berjumlah 27 persen dari total 3.507 calon haji asal Kalsel, sedangkan sisanya berada pada ring dua sehingga panitia menyiapkan angkutan bus antar-jemput.

Kendalanya, kata Anwar, satu minggu sebelum wukuf, Kota Makah dipenuhi calon haji dari seluruh dunia, sehingga alat angkutan cukup sulit untuk sampai ke lokasi. Oleh karena itu, para jemaah diharapkan tidak terlalu berharap terhadap angkutan antar jemput yang disiapkan, karena lokasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. “Karena perjalanan dari pemondokan ring dua ke Masjidil Haram cukup jauh, seluruh calon haji saya minta benar-benar menjaga stamina,” katanya.

Sejak sekarang, kata dia, calon haji diminta selalu latihan fisik dari jalan kaki hingga memperhatikan pola makan dan istirahat yang cukup. Selain itu, kata dia, diperkirakan pada saat kedatangan di tanah suci sedang musim dingin sehingga calon haji jangan sampai lupa membawa baju dingin.

“Saya yakin pelaksanaan haji tahun ini akan berjalan jauh lebih baik dibanding sebelumnya, karena persiapan jauh lebih matang,” katanya. Sementara itu, personel inti panitia penyelenggaraan ibadah haji (PPIH) Kalsel telah dikukuhkan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin pada 3 Oktober 2009. ant/taq/yto

Artikel Terkait:

Komentar

One Response to “Pemondokan Calhaj Kalsel Berjarak 7 Kilometer”

  1. muji on October 26th, 2009 9:24 am

    Memori haji tahun 2008, saat kami di pemondokan 705 kholidiyah. Bersiaplah jamaah haji untuk mengeluarkan dana lebih banyak untuk taksi karena bis yang tidak lancar dan berputar-putar hingga cukup menguras energi, belum rebutan naik bisnya yang na””udzubillah, hingga sesama jamaah harus saling sikut dan saling marah (padahal dalam suasana haji apalagi ihram).

    Problem kedua adalah makanan, kami harus begitu repot memasak, padahal harus mencuci, ada agenda rutin yaitu ke haram, sehingga fisik luar biasa harus dijaga. kalau dekat dengan minimarket tak masalah, kalau jauh, jadi masalah berikutnya. mudah-mudahan para jamaah tetap sabar ditengah situasi seperti itu. pelayanan pemerintah? tak usah diharapkan terlalu banyak, karena… begitulah pemerintah kita.