Depag Susun Konfigurasi Pemondokan
22 October 2009 | Kategori: Berita
MAKKAH — Departemen Agama (Depag) memastikan tak ada masalah menyangkut pemondokan jamaah haji Indonesia. Menurut Direktur Pelayanan Haji, HA Kartono, tim advance Depag yang diberangkatkan pada 13 Oktober lalu sedang menyusun konfigurasi pemondokan di masing-masing maktab.””Pada saat jamaah datang ke Makkah, semua telah siap,”” ujar Kartono, Rabu (21/10).
Ia membenarkan, berbeda dengan tahun lalu, qur”ah (pengundian pemondokan) hanya dilakukan untuk maktab. Pemondokan belum ditentukan, kata dia, karena terkait peraturan mendadak Pemerintah Arab Saudi yang mengharuskan tangga darurat bagi pemondokan berlantai lebih dari empat atau dihuni lebih dari 250 jamaah.
””Ini memang sedikit merepotkan, namun sejauh ini tidak menjadi masalah yang berarti,”” kata Kartono.Ia memastikan, pada saat jamaah pertama tiba di Makkah sekitar 30 Oktober, konfigurasi pemondokan telah selesai disusun. ””Jadi, Anda yang bertugas hanya mengarahkan jamaah ke pemondokan mereka,”” ujarnya saat memberi pengarahan bagi petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Makkah.Petugas Daker Makkah yang diberangkatkan pada Rabu berjumlah 220 orang. Mereka akan bertugas di sejumlah sektor dan Balai Pengobatan Haji Indonesia.
<B>Masa tinggal<B>
Kartono juga mengemukakan, masa tinggal jamaah haji Indonesia di Arab Saudi pada musim haji ini dipastikan akan lebih lama dua hari. Pasalnya, sampai tenggat yang ditentukan, pembangunan lima pintu ( gate ) baru dari 12 gate yang direncanakan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, belum juga selesai.
Akibatnya, frekuensi penerbangan mengalami pengurangan. Hal ini berisiko terjadinya penumpukan jamaah di bandara. Selain itu, masa tinggal jamaah di Tanah Suci juga menjadi bertambah.””Masa tinggal jamaah menjadi 41 hari,”” kata Kartono.
Meski mengalami penambahan masa tinggal di Tanah Suci, lanjut dia, hal itu tidak menambah komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji. Sebab, jamaah akan lebih banyak tinggal di Makkah yang pemondokannya dikontrak per musim haji selama 24 hari. ””Di Madinah, masa tinggalnya tetap sembilan hari,”” ujarnya.
Untuk itu, ia meminta petugas PPIH Makkah untuk menyiapkan berbagai antisipasi. Apalagi, kelompok terbang (kloter) awal mulai bertolak menuju Arab Saudi pada 23 Oktober. ””Hanya ada waktu sekitar delapan hari sebelum para jamaah sampai ke Makkah setelah dari Madinah.””
Menurut dia, ada beberapa hal yang perlu diantisipasi. Selain pemondokan, masalah koordinasi antarpetugas juga harus diperhatikan. Apalagi, lokasi kantor Daker Haji dengan Balai Pengobatan kini terpisah dengan jarak sekitar 5 kilometer.
Hal yang sama ditekankan drg Abdul Halim, sekretaris perekrutan dan pengerahan tenaga kesehatan haji Depkes. Menurutnya, petugas kesehatan harus senantiasa berkoordinasi dengan kantor Daker Haji. Selain itu, mereka harus sigap melayani jamaah. ””Tak ada toleransi bagi petugas kesehatan yang menolak melayani jamaah,”” tandas Abdul Halim. tri/yto

Komentar