Mencium Hajar Aswad
22 October 2009 | Kategori: Tips

mch
Jika mengikuti metode yang berlaku umum, untuk mencium hajar aswad harus melalui salah satu sudut ka””””bah yang diberi nama rukun Yamani. Jalur ini sudah dapat dipastikan sangat padat, dan jika kita tidak memiliki tenaga cukup kuat sangat tidak disarankan karena akan berakibat kecelakaan.
Ada beberapa metode yang pantas untuk diikuti yaitu:
- Metode yang biasa digunakan para calo untuk mengantar mencium hajar aswad. Jamaah cukup memulai dari Multazam dengan merapat ke area Ka””””bah dan terus berpegangan pada pinggiran marmer, tempat seorang tentara bertengger saat menjaga Hajar Aswad. Ketika jamaah lain yang antre dari Rukun Yamani sedang bergantian ke depan Hajar Aswad, jamaah dari Multazam masuk ke Hajar Aswad. Dengan cara itulah, jamaah bisa mencium Hajar Aswad dengan mudah. Sudah banyak pengalaman yang membuktikan ””””keampuhan”””” metode Multazam tersebut. Seorang kawan yang pernah pergi haji bahkan menceritakan, dengan metode itu, dirinya berhasil mencium Hajar Aswad tiga kali dalam satu hari.
- Mengambil waktu yang tidak terlalu padat, biasanya pada tengah malam (pk 01.00)
- Usahakan jangan sedang dalam kondisi mengenakan pakaian ikram, karena ada kemungkinan pakaian akan terlepas dari badan. Yanto

Sub haa nallooh, “bisa” mencium hajar aswad tiga kali dalam sehari. Namun, apa tidak sebaiknya sekali saja dan dua kesempatan lainnya bisa dimanfaatkan oleh saudara kita yang lain?…………..Demikian juga di raudhoh, Madinah. Apa kalau kita sudah diberi kesempatan berada di tempat mulia itu lantas kita seenaknya lama berdoa? dan melupakan saudara kita lainnya yang juga ingin masuk ke situ?
Semoga, semua yang berkesempatan haji tahun ini menjadi hajjan baruuron, amiin.
Klau musim haji, mungkin lebih baik tidak mencium hajaraswat karena bahayanya lebih besar
Alhamdulillah, bisa 3x sehari mencium hajar aswad, insya”Allah akan saya coba
kalau saya pergi haji lagi. Tips yg bagus dan amat sangat bermanfaat dan akan saya info ke temen/sdr yg akan berangkat haji.
Pengalaman saya, amat sangat sulit dan saya hanya bisa 1x, waktu thawaf wada”
Tidak ada kewajiban dan ganjaran pahala mencium hajar aswad, malah akan menimbulkan riya dan takabur, cukup melambaikan tangan saja. Nabi Muhammad melarang Umar bin khattab mencium hajaraswad ketika sedang berhaji bersama beliau karena Umar berbadan kekar dan kuat. Hanya orang lemah, dan tidak mengganggu jamaah lain boleh mencium hajaraswad. Waallahu ”alam
kepuasan kita beribadah ketika kita mampu melaksanakan rukun nya dengan sempurna apalagi ketika mencium hajar aswad yang begitu dalam legendaris batu itu merupakan batu surga yang ada didunia.Siapa sih yang tidak mau mencium secara nyentuh,,makanya berbahagialah bagi jamaah yang bisa menciumnya…hamdulilah saya pun pernah menciumnya
wktu prtma kali sy prg umroh ,sy berdoa ddpn Kabah mdh2an Allah mengijinkan sy untuk bs prg Haji ,alhmdllah Allah dpt mengbulkan doa sy ,Insyaallah thn 2011 sy bs berangkat Haji .
Ibadah haji merupakan rukun islam dalam sareat islam. Mengerjakan haji haruslah sebagai mana RosuluLLAH menerangkan dalam AlQur’an dan hadist. Kita harus tahu manah yang ruku,sunah dan wajib, demikian juga hal-hal yg dilarang dalam berhaji. Yang tidak kalah penting tidak boleh menyakiti,mengganggu morang lain. Demi menggapai haji yg MABRUR
subhanallooohh..
Alhamdulillah ana hampir setiap hari sehabis tawaf sunah ana menyempatkan mencium hajar aswad…, betul seperti tips yg dianjurkan diatas, tp yg jadi masalahnya setelah mencium hajar aswad itu yg bermasalah, susah banget keluar dari kepungan manusia yg berebut ingin mencium hajar aswad…!!! tp ana punya tipsnya….jika anda setelah mencium hajar aswad dan sulit untuk keluar dari kepungan banyaknya manusia yg ingin mencium hajar aswad…INGAT !!! Dibawah hajar aswad ada batu marmer , lalu injak yg kuat batu itu untuk menambah daya tahan kita untuk keluar dari kepungan manusia…..insya allah….
alhamdulillah anapun swktu umroh dlu hampir tiap hari mencium hajar aswad…
biasanya ana melakukannya sebelum tawaf sunah dan setelah shoalat fardhu. Dari pengalaman ana dikelima waktu shalat fardhu tersebut hampir tidak ada bedanya kepadatannya dan ana melaksanakan seperti cara di atas hampir selalu berhasil, tapi pernah satu kali gagal… pas mau mencoba terlempar terus keluar. kalo pas kaluarnya biasanya ana pegangan di bahu orang-orang yang menuju hajar aswad dengan posisi kaki menggantung….
Multazam berada setelah Hajr Aswad, berarti kalau thawaf pasti mundur, harus ulang lagii