Transportasi Calhaj Butuh Perhatian Serius

26 October 2009 | Kategori: Berita

haji-transportasi-busJAKARTA — Dalam penyelenggaraan haji tahun ini, pemerintah melalui Departemen Agama menyewa 407 pemondokan di Makkah. Lokasi pemondokan terbagi dalam dua kategori. Pemondokan Ring I berjarak maksimal dua kilometer dari Masjidil Haram dan Pemondokan Ring II berjarak lebih dari dua kilometer dari Masjidil Haram.

Calon haji (calhaj) asal Indonesia yang mendapatkan pemondokan di Ring II akan mendapatkan layanan transportasi guna mengantar pergi dan pulang jamaah ke dan dari Masjidil Haram. Dari sekitar 207 ribu calhaj asal Indonesia, sebanyak 143.603 orang (72,9 persen) akan menempati pemondokan di Ring II.

“Jamaah yang menempati pemondokan Ring II, transportasi akan dilayani petugas sektor khusus sampai dua kilometer menjelang Masjidil Haram,” kata Sekretaris Jenderal Depag, Bahrul Hayat, di Jakarta, Ahad (25/10).

Kecuali calhaj Indonesia, kata Bahrul, layanan transportasi di Makkah juga akan melayani calhaj asal negara lain. Jutaan calhaj yang melakukan mobilisasi dari dan ke Masjidil Haram menuntut panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) bentukan Depag untuk memerhatikan secara serius masalah transportasi jamaah.

Daerah Kerja (Daker) Makkah, Subakin, mengakui bahwa masalah transportasi merupakan masalah yang pelik. Selain banyaknya calon haji, pengelolaan transportasi yang dipercayakan kepada  muassasah kerap menimbulkan masalah miskoordinasi dan miskomunikasi.

Kendati demikian, Subakin menegaskan, pemerintah tetap memercayakan pengelolaan tranportasi di Makkah kepada  muassasah karena dinilai sebagai institusi yang berkompeten dan berpengalaman untuk urusan transportasi haji. “Karena itu, tentu soal koordinasi dan komunikasi dengan  muassasah akan kita perhatikan dengan serius,” ujar Subakin.

Dikatakan, tahun ini pemerintah menyewa 325 bus guna membantu mobilisasi calhaj yang menempati pemondokan Ring II. Kecuali para petugas dari  muassasah , lanjut Subakin, petugas PPIH Depag juga menerjunkan sejumlah personel yang khusus bertugas untuk mengawasi dan melakukan koordinasi bersama tim  muassasah .”Konsentrasi kita agar tidak terjadi penumpukan arus kendaraan dari pemondokan.”

Subakin menerangkan, layanan transportasi akan ditiadakan pada saat H minus lima atau tiga hari menjelang puncak ibadah haji (Hari Raya Idul Adha). Peniadaan layanan transportasi ditujukan agar jamaah lebih berkonsentrasi pada persiapan melakukan wukuf di Arafah.

Secara umum, masih kata Subakin, PPIH di Makkah sudah siap menerima kedatangan calhaj asal Indonesia yang dijadwalkan masuk pada 1 November mendatang.”Pemondokan siap dihuni sesuai pembagian yang ditetapkan. Sejauh ini, belum ada kendala,” ucapnya.

Sementara itu, suasana Kota Makkah saat ini sudah mulai dipadati jamaah calhaj dari berbagai negara. Di antaranya adalah Bangladesh, India, Thailand, dan Turki. Sambil menunggu puncak pelaksanaan haji, para calhaj dari negara-negara Muslim tersebut sibuk melakukan tawaf, shalat, dan berdoa di Masjidil Haram.

Adapun calhaj asal Indonesia masih berada di Mina, Madinah, untuk melakukan arbain, yaitu menunaikan ibadah salat wajib berjamaah sebanyak 40 kali tanpa putus. Guna memberikan kenyamanan kepada jamaah calhaj, Pemerintah Arab Saudi terus melakukan berbagai perbaikan fasilitas di sekitar Masjidil Haram. Begitu juga sejumlah hotel di sekitar Masjidil Haram ikut berbenah diri untuk menerima tamu yang akan menginap. Ada sejumlah petugas keamanan bersiaga selama 24 jam untuk memberikan kenyamanan dan keamanan jamaah selama menjalankan ibadah haji. ade/mch/yto

Artikel Terkait:

Komentar