Transportasi Jamaah Disiapkan di 10 Titik

28 October 2009 | Kategori: Berita

MAKKAH–Kesepakatan transportasi antara pemerintah Indonesia dengan pihak muasasah sudah ditandatangani kemarin petang waktu Arab Saudi. Nantinya, konsorsium penyelenggara haji ini akan menyediakan transportasi bagi jamaah haji yang pemondokannya berada pada ring II di 10 titik.

Dalam draft kesepakatan yang ditandatangani Konsul Urusan Haji, Syairozi Dimyathi itu disebutkan pihak muasasah akan menyediakan armada bus sebanyak 315-325. Bus-bus ini akan dioperasikan sepanjang hari mulai dari pukul 03.00 hingga pukul 22.00.

Sebelumnya, pemerintah meminta bus yang disediakan sebanyak 420 unit bus dengan pertimbangan menyesuaikan dengan ratio jamaah.  “Namun tampaknya kurang efektif juga bila kondisi jalan macet,” ujar Kepala Panitia Penyelenggara Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, Subakin AM, kemarin.

Subakin belum bersedia merinci ke-10 titik itu, karena masih tengah disusun lokasi yang pas bagi jamaah ring II yang sebagian besar terkonsentrasi di Aziziyah dan Bahutmah. “Yang jelas, setiap bus akan beroperasi sebanyak 5-6 rit per waktu shalat ke Masjidil Haram.”

Di setiap titik pemberhentian akan dijaga oleh tiga petugas dari muasasah dan bagian transportasi Daker Makkah. Di tempat itu juga akan dipasang spanduk atau bendera agar mudah dikenali jamaah.

Penyediaan transportasi, katanya, ditujukan untuk mendekatkan jamaah ke Masjidil Haram. Menjelang puncak haji, di Makkah jugs diberlakukan buka tutup jalan. “Jadi ada kemungkinan //dropping// jamaah juga bergeser tempatnya. Ini yang harus dipahami jamaah,” tambah Subakin.

Saat ditanya berapa nilai kontrak transportasi dengan pihak muasasah, Subakin enggan merinci. Namun ia memberikan perincian kasar, biaya trasportasi masing-masing jamaah selama di Tanah Suci sebesar 100 riyals.

Bagi jamaah yang karena suatu hal memilih menggunakan transportasi sendiri di luar bus yang ditentukan, maka tidak akan ada pengembalian. “Layanan bus ini sifatnya gratis. Tak dibenarkan sopir mengutip ongkos dari jamaah,” tambahnya sambil menambahkan di masing-masing bus akan ditempel pemberitahuan bahwa tidak dibenarkan mengutip pungutan.

Pengoperasian bus ini, kata Subakin, akan dihentikan empat atau lima hari menjelang puncak musim haji. “Jamaah diiumbau untuk tetap tinggal di pemondokan menyiapkan tenaga untuk melakukan ritual ibadah haji di Arofah-Mina,” tambahnya. tri
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Artikel Terkait:
  • No Related Post

Komentar