Mujamma” Al-Malik Fahd, Percetakan Alquran Terbesar di Dunia
30 October 2009 | Kategori: Haji
Bagi kaum Muslimin yang sedang berhaji ke Tanah Suci, perhelatan spiritual mereka tentu terasa lebih lengkap manakala sempat berkunjung ke Mujamma” Al-Malik Fahd, tempat percetakan alquran terbesar dunia di Madinah Almunawarah.
Terletak di jalan menuju Kota Tabuk atau sekitar 10 kilometer dari Kota Madinah, lokasi percetakan tepat bersebelahan dengan pusat pelatihan tempur tentara Kerajaan Arab Saudi. Percetakan yang lebih mirip disebut kawasan perkantoran itu mulai didirikan pada 2 November 1982.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Raja Fahd. Nama Raja Fahd sebagai peletak batu pertama diabadikan menjadi nama yang melekat pada percetakan tersebut.
Dua tahun kemudian, tepatnya bulan Safar 1405 Hijriyah atau Oktober 1984 Masehi, Alquran mulia diproduksi di sini. Saat ini, perkantoran Mujamma” Al-Malik Fahd berdiri megah di atas lahan seluas 250 ribu meter persegi. Terdiri atas puluhan gedung bertingkat, percetakan ini mampu memproduksi 30 juta eksemplar per tahun.
Bila dibandingkan dengan percetakan Alkitab (bibel atau kitab umat Kristiani–Red) di Nanjing, Cina, percetakan Mujamma” Al-Malik Fahd jauh lebih besar. Percetakan Alkitab di Nanjing hanya berdiri di atas lahan seluas 48 ribu meter persegi. Kapasitas percetakan Nanjing yang disebut-sebut sebagai percetakan Alkitab terbesar di dunia itu pun, hanya memproduksi 12 juta eksemplar per tahun.
Bahkan, pada tahun 2007, percetakan Nanjing baru mampu mencetak enam juta Alkitab. Penerbit The Amity yang bekerja sama dengan Bible Society, baru meningkatkan produksinya di percetakan Nanjing pada tahun 2008. Hingga kini, percetakan di sebelah timur Cina itu mempunyai kemampuan maksimal 12 juta eksemplar Alkitab per tahun.
Alquran digital
Selain mencetak Alquran tradisional, percetakan Mujamma” Al-Malik Fahd juga memproduksi Alquran dalam versi digital atau cakram padat (CD, VCD, dan DVD). Jamaah haji yang berkesempatan mengunjungi percetakan akan menjumpai berbagai sarana dan fasilitas tambahan, selain gedung pabrik percetakan.
Di kawasan perkantoran itu terdapat gedung perbengkelan mesin cetak, poliklinik, kafetaria, gudang penyimpanan hasil produksi Alquran, dan gudang pemusnahan sisa-sisa produksi Alquran yang cacat.
Terdapat pula gedung pusat pelatihan petugas, pusat pengembangan Dirasat Alquran (Pendidikan Alquran), asrama petugas, penginapan tamu, ruang pejabat tinggi negara, tempat pembuatan CD, VCD, dan DVD Alquran, serta ruang produksi video sejarah Alquran untuk para tamu. Selain itu, juga ada lemari-lemari raksasa untuk menyimpan koleksi Alquran dari berbagai bahasa yang pernah diterbitkan percetakan.
Lantai satu gedung utama merupakan lokasi pencetakan Alquran dengan kurang lebih 1.700 petugas. Sedangkan lantai dua gedung utama, terdapat ruang pengawasan kualitas hasil cetak Alquran dengan 450 pengawas.
Petugas bagian publikasi Mujamma” Malik Fahd, Syekh Ahmad, menjelaskan, untuk kepentingan syiar Islam, Alquran dicetak beserta terjemahannya ke dalam 53 bahasa. Di antara bahasa terjemahan Alquran yang dicetak di sana adalah bahasa Afrika, seperti bahasa Zulu. Lalu, ada dalam bahasa Arab, Indonesia, Thailand, Jepang, Cina, Inggris, Spanyol, Urdu, serta sejumlah bahasa Asia lainnya.
Terkait proses pencetakan Alquran, Syekh Ahmad menjelaskan, produksi dilakukan melalui lima tahap. Sebelum dicetak pada media kertas yang sebenarnya, para kaligrafer menorehkan tulisan-tulisan huruf Alquran tanpa titik dan baris di atas pelat cetakan yang transparan. ade/berbagai sumber/yto


mohon tanya, bagaimana cara mengetahui pembuatan al-quran? terima kasih ..