Transportasi Disiapkan di 10 Titik

30 October 2009 | Kategori: Angkutan Haji

bus-angkutanhajiMAKKAH — Kesepakatan transportasi antara Pemerintah Indonesia dan pihak muasasah sudah ditandatangani kemarin petang waktu Arab Saudi. Nantinya, konsorsium penyelenggara haji ini akan menyediakan transportasi bagi jamaah haji yang pemondokannya berada pada ring II di 10 titik.

Dalam draf kesepakatan yang ditandatangani Konsul Urusan Haji, Syairozi Dimyathi, itu disebutkan pihak muasasah akan menyediakan armada bus sebanyak 315-325. Bus-bus ini akan dioperasikan sepanjang hari mulai dari pukul 03.00 hingga pukul 22.00.

Sebelumnya, pemerintah meminta bus yang disediakan sebanyak 420 unit bus dengan pertimbangan menyesuaikan dengan ratio jamaah. ””Namun, tampaknya kurang efektif juga bila kondisi jalan macet,”” ujar Kepala Panitia Penyelenggara Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, Subakin AM, kemarin.

Subakin belum bersedia memerinci 10 titik itu karena masih tengah disusun lokasi yang pas bagi jamaah ring II, yang sebagian besar terkonsentrasi di Aziziyah dan Bahutmah. ””Yang jelas, setiap bus akan beroperasi sebanyak lima hingga enam rit per waktu shalat ke Masjidil Haram.””

Di setiap titik pemberhentian, akan dijaga oleh tiga petugas dari muasasah dan bagian transportasi Daker Makkah. Di tempat itu, juga akan dipasang spanduk atau bendera agar mudah dikenali jamaah.

Penyediaan transportasi, katanya, ditujukan untuk mendekatkan jamaah ke Masjidil Haram. Menjelang puncak haji, di Makkah juga diberlakukan buka tutup jalan. ””Jadi, ada kemungkinan dropping jamaah juga bergeser tempatnya. Ini yang harus dipahami jamaah,”” tambah Subakin.

Saat ditanya berapa nilai kontrak transportasi dengan pihak muasasah, Subakin enggan memerinci. Namun, ia memberikan perincian kasar, biaya transportasi masing-masing jamaah selama di Tanah Suci sebesar 100 riyal.

Bagi jamaah yang karena suatu hal memilih menggunakan transportasi sendiri di luar bus yang ditentukan, tidak akan ada pengembalian. ””Layanan bus ini sifatnya gratis. Tak dibenarkan sopir mengutip ongkos dari jamaah,”” katanya sambil menambahkan bahwa di masing-masing bus akan ditempel pemberitahuan, tidak dibenarkan mengutip pungutan.

Masuk ke Makkah
Data yang diperoleh dari Kantor Daerah Kerja Makkah di Nafak Malik Fahd, Shisha, Aziziyah, Makkah, menyebutkan, sudah lebih dari 30 ribu jamaah haji Indonesia masuk ke Madinah. Sampai Selasa (27/10), sudah tercatat 26.623 calon haji asal Indonesia yang mendarat di Madinah. Bila ditambah dengan kedatangan jamaah sebanyak 10 kelompok terbang pada Rabu (28/10), jumlahnya sudah melewati 30 ribu orang. ””Bila dirata-rata satu kloter itu 450 orang, sudah ada tambahan sekitar 4.500 jamaah lagi masuk ke Madinah,”” ujar Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Kerja Makkah, Subakin AM, di Makkah, Rabu (28/10).

Dengan jumlah itu, kata Subakin, jamaah haji asal Indonesia yang sudah berada di Madinah berkisar antara 15 persen dari kuota haji Indonesia, yang berjumlah 207 ribu orang.

Menurut data, jamaah haji yang masuk ke Madinah lebih dulu adalah mereka yang berangkat dari berbagai wilayah embarkasi, seperti Banda Aceh, Medan, Batam, Jakarta, Solo, Balikpapan, Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar (Ujung Pandang). tri/ade/mch/yto

Artikel Terkait:

Komentar