Pemerintah Jamin Jamaah tidak Telantar

31 October 2009 | Kategori: Pondokan Haji

king-abdul-azizMAKKAH–Pemerintah menjamin 6.000 jamaah haji yang harus pindah pemondokan tidak akan telantar. Selain pemondokan cadangan telah disiapkan, pemilik 41 bangunan pemondokan yang tidak memenuhi aturan pemerintah soal tangga darurat juga tengah melengkapinya.

Menurut Wakil Kepala Daerah Kerja Makkah Bidang Pengawasan Perumahan, Syihabuddin Latief, ada kelonggaran baru dari pemerintah setempat soal aturan itu. Bagi bangunan pemondokan yang tidak memungkinkan, dibuat tangga darurat tambahan, baik di luar maupun di dalam gedung. Maka, tangga darurat yang telah ada wajib dilengkapi dengan pintu berwarna merah dan ditempeli stiker yang menunjukkan pintu tersebut adalah sarana emergency exit.

“Sebagian kini tengah menyiapkan fasilitas tersebut,” ujarnya saat menyertai tim pengawas haji dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang datang meninjau pemondokan di Makkah, kemarin.

Syihabuddin tidak memerinci berapa jumlah pemondokan bermasalah yang sudah membangun tangga darurat dan memasang alat pemadam kebakaran otomatis. Pasalnya, semua masih dalam proses dan perkembangan terus terjadi dari hari ke hari. ””Peraturan Arab Saudi juga membolehkan pemilik pondokan memakai tangga yang sudah ada, dengan syarat pintu menuju tangga tersebut dicat merah. Jadi, mereka tidak perlu membuat tangga darurat tambahan,”” imbuh Syihabuddin.

Kalaupun nanti ada pemondokan yang belum sesuai aturan dan mengakibatkan jamaah harus pindah, Syihabuddin optimistis pemondokan baru tersedia dengan lokasi tidak jauh dari lokasi yang lama. “Jamaah tidak akan keleleran,” ujarnya.

Tim pemantau DPD berkunjung ke Arab Saudi untuk meninjau kesiapan penyelenggaraan ibadah haji. Selain melihat suasana di bandara, pemondokan selama di Madinah, dan persiapan katering; tim juga meninjau kantor sektor terjauh dari Masjidil Haram (sektor 5) di Aziziyah Janubiah II dan pemondokan terjauh di wilayah itu.

Pada kesempatan sama, usai meninjau salah satu pemondokan yang dijadwalkan akan ditempati jamaah pada 1 November ini, Ketua Komite 3 DPD RI Sulistiyo yang memimpin tim pengawas haji DPD RI menyatakan, kondisinya sudah cukup memadai. ””Kalau kondisinya seperti ini, saya optimis jamaah bisa terlayani. Semoga kondisi pemondokan yang lain tidak lebih buruk,”” ujar Sulistiyo.

Sulistiyo mengingatkan pemerintah harus terus memantau perkembangan terkait peraturan tangga darurat dan menyiapkan antisipasinya. “Jamaah sebanyak 6.000 orang bukan jumlah yang kecil. Jangan sampai mereka telantar,” ujarnya. tri/yto

Artikel Terkait:

Komentar