Jamaah Haji Diimbau Tak Forsir Diri
2 November 2009 | Kategori: Berita
Makkah–Jamaah calon haji diimbau untuk tidak terlalu memforsir diri selama di Tanah Suci. Selain menurunkan kualitas kesehatan fisik,keletihan juga bisa berimbas pada kesehatan jiwa.
Hal ini diungkapkan penanggung jawab Balai Pengobatan Haji Indonesia Makkah, Dr Anita Rosari SpPD, seraya menambahkan “Beribadahlah secukupnya saja. Terutama bagi jamaah yang sudah lanjut usia,” ujar Anita, Senin (2/11).
Selain itu, kata Anita, mitos perbuatan tidak baik yang dilakukan di Tanah Air bakal dibalas di Tanah Suci juga kerap menjadi beban kejiwaan tersendiri bagi jamaah. “Padahal itu hanya mitos saja yang tidak ada dasarnya,” tambahnya.
Menurut Anita, BPHI memilihi dua dokter ahli kejiwaan untuk menangani jamaah. Selain itu, ruang perawatan kejiwaan juga disediakan khusus di satu lantai di gedung berlantai sembilan itu.
Selain faktor keletihan dan tekanan mental, gangguan kejiwaan juga bisa diakibatkan oleh heat stroke, yaitu penurunan kondisi fisik karena terlalu lama terpapar matahari, melakukan aktivitas berlebihan dan kekurangan cairan tubuh.
“Puncak musim haji masih lama, jadi sebaiknya jamaah menyimpan energinya untuk pelaksanaan inti ibadah haji nanti,” tambahnya.
Di hari kedua kedatangan jamaah, sebanyak 4 jamaah dilaporkan sakit. Dua orang dirawat di sektor 10 dan dua lainnya dirujuk ke rumah sakit An-Nur dan RS Saudi.
Pasien yang dirujuk ke RS An-Nur adalah Hasan Abdullah, 72 tahun, yang mengalami serangan jantung sesaat setelah turun dari bus yang membawanya dari Madinah. Hasan berasal dari Kloter 1 Batam.
Dua pasien lain yang dirawat di poliklinik sektor 10 adalah Abdullah Siregar dan Sahara Ritonga. Menurut dr Fadhlina Asmi SpP yang merawatnya, Abdullah yang mengalami keletihan sudah diperbolehkan pulang, sedang Sahara masih harus dirawat akibat dehidrasi sepulang melakukan thawaf dan sai. mch/tar

Komentar