PPIH Tingkatkan Pemeriksaan Pemondokan
2 November 2009 | Kategori: Berita
MAKKAH — Mulai Ahad (1/11), jamaah haji Indonesia gelombang pertama memasuki Kota Makkah. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bentukan Departemen Agama terus meningkatkan persiapan menyambut kedatangan jamaah.
Untuk memastikan jamaah tidak mengalami hambatan dalam penempatan, panitia memperbanyak tindakan pemeriksaan pondokan.
””Sekarang kita periksa pondokan tiga kali sehari,”” ujar Kepala Sektor 11 PPIH Daerah Kerja Makkah, Yudi Wahyudi, Ahad (1/11).
Menurut Yudi, PPIH ingin pemilik pondokan benar-benar mempersiapkan hunian sesuai dengan ketentuan otoritas haji Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat adanya aturan baru berupa persyaratan tangga darurat bagi pemondokan dengan kapasitas hunian di atas 250 orang, pemerintah berpotensi menyewa pondokan baru.
Kendati demikian, sejauh ini belum ada kendala yang membuat PPIH harus segera melakukan penyewaan pondokan baru. ””Perkiraan kita akan ada kekurangan, tapi semua langkah penanganan yang dibutuhkan siap dilaksanakan, termasuk bila harus menyewa pondokan baru,”” papar Yudi.
Jamaah haji gelombang pertama yang sudah memasuki Makkah, kini sudah menempati lokasi pondokan yang disewa pemerintah sejak enam bulan lalu.
Pemondokan lain yang belum diisi jamaah haji pun tampak sudah bersiap menerima kedatangan jamaah. Misalnya, pemondokan 621 di sektor enam yang terletak di wilayah Rei” Dzakhir. Kamar-kamar pondokan sudah terisi tempat tidur yang dilengkapi kasur, bantal, dan selimut. Lingkungan di dalam rumah pun relatif terjaga kebersihannya. Penyejuk udara (air conditioner) berfungsi normal dan suplai air bersih tersedia dengan baik.
Kondisi serupa juga didapati di pemondokan nomor 1.114 di wilayah Zahir sektor 11. Kamar-kamar sudah terisi dengan tempat tidur lengkap dengan bantal dan selimut. Seorang pekerja tampak mandistribusikan gantungan baju ke setiap kamar. Pondokan berkapasitas 362 orang tersebut terdiri atas 57 kamar dengan 36 toilet dan 10 dapur.
Yudi mengakui, mengurus masalah pemondokan jamaah tidak bisa disebut mudah. Umumnya, pondokan-pondokan milik warga Makkah tersebut hanya dihuni saat musim haji. Karena itu, kegiatan membersihkan dan mempersiapkan peralatan kebutuhan sehari-hari jamaah harus diawasi secara ketat. Meminta pemilik pondokan agar membersihkan pondokan dengan cepat, bukanlah perkara yang mudah. Tipikal orang Arab yang sering menganggap enteng masalah, menjadi salah satu kendala tersendiri.
””Padahal, kita inginnya saat jamaah datang sudah tidak ada lagi alat-alat yang kurang dan kondisi kamar yang kotor. Karena itu, persiapan pondokan sangat ketat kita awasi,”” ujar Yudi menegaskan.
Salah satu petugas sektor 11, Syaiful Akhyar, menyatakan, tak jarang PPIH harus bolak-balik ke pondokan untuk meminta pemilik mempersiapkan segala sesuatunya. ””Kadang-kadang dia bilang iya (akan dibersihkan), tapi terus tidak dikerjakan. Terpaksa kita harus bolak-balik menagih janjinya,”” imbuh Syaiful.
Wakil Kepala Daker Makkah Bidang Pengawasan Perumahan, Shihabuddin Latief, menambahkan, panitia telah menerapkan sistem kerja secara bertahap untuk mempersiapkan pemondokan jamaah.
Persiapan pondokan yang dilakukan pekan kemarin ditujukan untuk jamaah yang datang ke Makkah mulai Ahad (1/11). Adapun persiapan pekan ini, ditujukan untuk jamaah yang akan datang pada pekan berikutnya.
””Demikian seterusnya sehingga kinerja kita terukur dan tak pasti kecukupan pondokan,”” imbuh Shihabuddin.
Dia pun menjamin jamaah haji Indonesia tidak akan telantar dan mendapatkan pondokan dengan kamar standar, yaitu berkapasitas tujuh hingga sembilan orang, satu kamar mandi, dan fasilitas pendingin udara. ””Begitu juga, persediaan air untuk mandi dan mencuci, semua terjamin,”” kata Shihabuddin menandaskan. ismail/mch ed: m as”adi/yto

Komentar