Jemaah Mulai Keluhkan Masalah Transportasi

4 November 2009 | Kategori: Berita

bus-angkutanhaji-01MEKKAH–Jemaah calon haji (calhaj) Indonesia mulai menemui kendala transportasi. Mereka mengeluh harus terlalu lama menunggu bus jemputan saat pulang pergi beribadah ke Masjidil Haram.

Jemaah Kloter 4 JKS misalnya, pada Senin (2/11) malam harus menunggu bus lebih dari satu jam di Jiad, salah satu terminal dekat Masjidil Haram.Saat itu mereka hendak pulang ke pemondokan usai menyelesaikan ibadah umroh.

“Dari Madinah, kami tiba di Mekah Senin sore. Lepas magrib kami berangkat umroh. tapi ketika mau pulang bus jemputan tidak lewat-lewat,” ujar Kepala Kloter 4 JKS, Dede Kusnadi saat ditemui MCH di rumah pondokannya di Bakhutmah (Sektor VIII), Mekah, Selasa (3/11).

Dede menambahkan, karena bus yang ditunggu tidak datang-datang ia kemudian menelepon petugas transportasi Sektor VIII agar mengirim bus untuk menjemput rombongannya. Setelah menunggu setengah jam lebih barulah bus muncul. Namun tidak seperti harapannya, bus yang datang cuma satu.

“Padahal waktu itu saya bersama rombongan yang membutuhkan setidaknya empat bus. Karena busnya cuma satu, kami harus naik bergiliran, sampai lebih dari satu jam baru bisa terangkut semua,” kata Dede.

Hal yang sama juga dialami jemaah Kloter I embarkasi Surabaya yang ditempatkan di Syisyah (Sektor II). Agar bisa pulang ke pemondokannya, mereka mengaku harus menunggu bus selama 2,5 jam lebih di Jiad usai beribadah di Masjidil Haram.

Masalah transportasi tidak hanya terjadi saat kepulangan jemaah dari Masjidil Haram. Saat berangkat dari pemondokan pun jemaah terkendala. Seperti yang terjadi Selasa (3/11) siang menjelang waktu Salat Dzuhur, jemaah Sektor II yang hendak berangkat ke Masjidil Haram dibuat kesal karena sopir yang bertugas enggan mengantar mereka.

“Sudah satu setengah jam menunggu, pintu bus tak dibuka juga meski sudah kami gedor-gedor,” kata seorang jamaah, Uddin.

Bus tersebut akhirnya baru berjalan setelah seorang petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) datang.Sopir bus segera menyalakan mesin dan membuka pintu bus. Jamaah pun segera berebut naik. Namun beberapa jemaah yang lelah menunggu mengurungkan niatnya ke Masjidil Haram dan kembali ke kamar. Ada pula yang memutuskan untuk Salat Dzuhur di masjid terdekat, setelah melihat bus yang sesak tidak menyisakan ruang bagi mereka.

Menurut Uddin, berbeda dengan bus pengangkut jamaah asal Turki yang lokasi pemondokannya tak jauh dari pemondokan mereka, bus pengangkut jamaah Indonesia terkesan lambat. “Sejak saja berdiri di sini, sudah lima bus Turki yang lewat, sementara bus kita belum satupun,” katanya.

Saat dimintai tanggapan mengenai keluhan jemaah menyangkut transportasi, Kepala Daerah Kerja Mekah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH), Subakin AM menyatakan, saat ini tranportasi memang belum berjalan normal. Bus-bus yang ada, untuk sementara diprioritaskan bagi jamaah yang baru tiba dari Madinah dan hendak menjalani umroh. Setelah tugas mengantar jemput jemaah umroh selesai, barulah bus keliling sesuai rutenya.

“Kami terus memantau. Soal sopir-sopir yang tidak mau menjalankan tugasnya, kami mengajukan protes pada perusahaan busnya. Kami ingatkan itu tidak boleh terjadi lagi,”ujar Subakin.

Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini Indonesia menyerahkan teknis pelaksanaan antar jemput jemaah dari pemondokan ke Masjidil Haram dan sebaliknya pada konsorsium penyelenggara haji Arab Saudi (muasasah). Untuk jemaah Indonesia, muasasah menjanjikan akan mengoperasikan 315 bus yang diberikan secara bertahap.

“Sampai jam delapan malam ini jumlah bus yang sudah dioperasikan 44 buah sementara jumlah jemaah kita yang sudah tiba di Mekah sekitar 15 ribuan orang,”kata Subakin.mch/yto

Artikel Terkait:

Komentar