Semua Calhaj Indonesia Bebas Flu Babi

11 November 2009 | Kategori: Berita

flu-babiJAKARTA–Pemeriksaan suhu badan para calon jamaah haji (calhaj) yang akan berangkat ke Tanah Suci, terus ditingkatkan. Hal itu untuk mendeteksi kemungkinan adanya jamaah yang terkena flu babi. Namun hingga pemberangkatan pada Rabu (11/11), tidak ditemukan satu orang jamaah pun yang terindikasi menderita penyakit tersebut.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan, Dr Firdaus Yusuf Rusdi, menjelaskan, pemeriksaan suhu badan para calhaj dilakukan dengan menggunakan thermoscan di 12 titik embarkasi haji. Berdasarkan pemeriksaan alat tersebut, imbuh dia, suhu badan para calhaj dalam kondisi normal.

””Semuanya sehat dan normal sehingga tidak ada yang perlu dikarantina,”” ujar Firdaus kepada Republika, Rabu (11/11).

Ketika disinggung adanya calhaj yang sempat dikarantina di Bandara King Abdul Aziz Jeddah karena suhu badannya tinggi, Firdaus membenarkan hal itu. Namun, imbuh dia, calhaj tersebut hanya menderita flu biasa yang kemungkinan timbul akibat tidak terbiasa menggunakan air conditioning (AC) di dalam pesawat.

Tak hanya pemeriksaan suhu badan, imbuh Firdaus, pemeriksaan kesehatan para calhaj juga dilakukan secara menyeluruh sejak empat bulan lalu. Bahkan, imbuh dia, seluruh calhaj diwajibkan mendapatkan vaksin Meningitis

Seperti diberitakan, seorang jamaah asal kloter 18 Makassar, Malik Alif Fakir (71 tahun), tidak boleh keluar dari Bandara King Abdul Azis Jeddah, Jumat malam waktu Arab saudi. Jamaah tersebut diketahui bersuhu badan 38 derajat Celsius dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit As-Saud di Jeddah. Namun, setelah diperiksa menyeluruh, jamaah itu dikembalikan kepada rombongannya karena hanya demam biasa, bukan flu babi.

Pemerintah Arab Saudi memang memperketat pendeteksian suhu badan setiap calhaj yang tiba di bandara King Abdul Aziz dengan memasang termoscan. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang telah menjadi pandemi di berbagai negara tersebut.

Firdaus menambahkan, selain flu dan penyakit ISPA, sebagian calhaj juga menderita penyakit degeneratif. Dia menyebutkan, penyakit degeneratif yang paling banyak diderita calhaj adalah darah tinggi.

””Namun petugas kesehatan kita di sana terus mengawasi kondisi kesehatan mereka,”” tegas Firdaus.

Sementara itu, berdasarkan data dari Departemen Agama (Depag), jumlah calhaj asal Indonesia yang telah berangkat ke Tanah Suci hingga Rabu (11/11) pukul 08.00 WIB, mencapai 128.084 orang. Sedangkan total jumlah calhaj yang berangkat pada tahun ini sekitar 191 ribu orang. lis/taq/yto

Artikel Terkait:

Komentar