70 Maktab Tenda Disiapkan di Arafah
16 November 2009 | Kategori: Berita
MEKKAH–Daker Mekkah siap menyambut kedatangan jamaah calon haji dari Madinah ke Mekkah untuk gelombang pertama yang berakhir pada Minggu (15/11), kemarin.
Kepala Daerah Kerja Mekkah H Subakin menyatakan pihaknya sudah siap menerima kedatangan jamaah terakhir gelombang pertama di Kota Mekkah. Pihaknya sudah menyiapkan kendaraan yang dibutuhkan para jamaah untuk melakukan Tawaf Ifadoh. “Kita sudah meminta kepada pihak Muasasah untuk menyiapkan kendaraan yang kita butuhkan. Tak hanya itu, kita juga sudah menyiapkan kendaraan feeder sebanyak 140 unit yang dapat menampung 30 jamaah per unitnya,” terang Subakin.
Sedangkan persiapan di Arafah untuk para jamaah pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 70 maktab. Adapun masalah penempatan, kata dia menjadi keputusan pihak muasasah untuk menentukan lokasi. “Kalau tahun sebelumnya lokasi yang diberikan kurang luas, maka tahun ini diupayakan lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya,” tandasnya.
Dia mengungkapkan, saat pelaksanaan nanti sudah disiapkan petugas PPIH dari berbagai unsur untuk mensukseskan ibadah haji di Arafah. Adapun kapasitas setiap maktab masing-masing dapat menampung 2.000-3.000 jamaah. “Untuk yang di Mina kita juga sudah meminta kepada pihak muasasah supaya jamaah kita dimasukkan dalam wilayah Haratsulisan.Tapi kalau tidak muat akan ditempatkan di Mina Jadid,” paparnya.
Dia melanjutkan, nantinya semua petugas yang berada di Madinah akan ditempatkan di Mina. Sedangkan para petugas di Jeddah akan ditugaskan di Arafah. Adapun petugas di Mekkah akan bertugas di Muzdalifah.Begitu juga masalah perumahan pihaknys sudah mempersiapkan segala fasilitas seperti air, pendingin udara dan tempat tidur. “Karena kita akan mengantisipasi jamaah-jamaah dari Arafah yang langsung melempar jumrah dan melakukan Tawaf Ifadoh. Setelah itu semua jamaah kembali kepemondokan dan fasilitas air sudah tersedia,” katanya.
Sementara itu, tim pelayanan kesehatan, Balai Pengobatan Haji Indonesia Makkah juga terus berbenah. Menurut penanggung jawab BPHI, Dr Anita Rosari SpPD, pada 10 hari menjelang Armina, semua dokter baik di BPHI maupun di tiap sektor harus mempersentasikan jumlah pasien yang tak mampu mengikuti Armina bersama jamaah lainnya. “Nanti lima hari menjelang Armina, kami melakukan ricek data lagi agar lebih akurat,” tambahnya.
BPHI menyediakan ambulan yang mampu menampung sekitar 200 orang untuk keperluan safari wukuf. Seluruh ambulan yang dioperasikan misi haji Indonesia di Jeddah dan Madinah sejumlah 27 unit juga akan ditarik ke Makkah untuk memaksimalkan pelayanan. “Pasien-pasien yang mampu duduk akan kami angkut menggunakan bus khusus,” tambahnya.
BPHI juga akan mendirikan tenda khusus selama Armina untuk memudahkan pelayanan terhadap jamaah. “Semua dokter dan paramedis akan ditarik ke Makkah untuk keperluan ini,” tambahnya.
Saat ini, di Jeddah-Madinah-Makkah, jumlah jamaah yang menjalani rawat inap sebanyak 143 orang dan rawat jalan 3.718 orang. Bila sampai Armina kondisinya masih seperti itu, maka pasien-pasien rawat inap itu akan disafariwukufkan. Menghadapi Armina, Anita berpesan agar jamaah haji menjaga stamina mereka. Salah satu caranya adalah dengan makan dan minum secara cukup dan tidak telalu menforsir diri. “Sebaiknya, bila fisik tak mampu, tidak perlu melakukan umrah sunah terlalu sering,” ujarnya. mch/yto

Komentar