Dikebut, Penyiapan Sarana dan Prasarana di Armina
19 November 2009 | Kategori: Berita

Suasana Jamarat selepas subuh pada musim haji 1429 H (2008)
MINA–Prasarana dan sarana ibadah di kawasan Padang Arafah,Muzdalifah dan Mina (Armina) terus dibenahi menjelang acara puncak ritual haji yang diawali dengan Wukuf pada 9 Zulhijah atau Kamis pekan depan (26/11).
Di Padang Arafah, Kamis, ribuan pekerja masih terlihat sibuk menyiapkan berbagai fasilitas yang diperlukan jamaah seperti tenda-tenda, toilet dan kamar mandi umum beserta jaringan airnya, kran-kran air minum, akses jalan dan gang-gang menuju ataukeluar tenda.
Di kawasan ini, para pekerja mulai memasang tenda-tenda, mencoba aliran listrik dan alat pendingin serta merenovasi bangunan toilet-kamar mandi yang sudah digunakan pada musim haji tahun-tahun sebelumnya. Di kawasan Armina, disiapkan tidak kurang dari 68.500 toilet.
Terlihat pula para teknisi mencoba alat penyemprot uap air yang akan digunakan untuk melembabkan udara agar para jemaah terhindar dari sengatan matahari saat wukuf nanti. Sengatan panas matahari pada siang hari di kawasan Padang Arafah saat ini dengan suhu udara antara 31 sampai 33 derajat Celcius, tidak terlalu terasa karena diiringi dengan hembusan angin sepoi-sepoi.
Sekitar 12.000 anggota satuan pengaman yang berseragam coklat-coklat tampak sedang melakukan gladi resik. Mereka nantinya akan menjadi pagar pengaman, ditempatkan di akses jalan di seputar kawasan tenda jemaah berjarak sekitar 100 meter antara petugas satu dan lainnya.
Diharapkan tragedi Jamarat, Mina pada pada musim haji Februari 2004 (1426H) yang merenggut lebih 300 jiwa termasuk 56 jemaah haji Indonesia saat berdesak-desakan saat melontar,tidak terulang lagi dengan tersedianya prasarana dan pengaturan lebih lebih baik pada musim-musim haji setelah itu.
Dari sisi prasarana, penambahan jembatan jamarat (tempat melontar jumrah) menjadi lima tingkat serta penambahan terowongan serta akses jalan di seputar Armina juga diharapkan dapat menjamin keamanan dan kelancaran ibadah haji.
Jembatan Jamarat di kawasan Mina juga sudah dibangun hingga lima tingkat. Dinding jamarat (tempat melontar jumrah) yang tingginya sekitar 1,5 meter juga dilapisi dengan bantalan spons, sehingga kalau ada jemaah yang terhimpit saat berdesak-desakan tidak mengalami luka atau lecet.
Dari sisi pengaturan, petugas akan mengatur agar setiap pelontaran jumrah dilakukan bergelombang, tiap gelombang tidak lebih dari 300.000 jemaah sesuai kapasitas jamarat. Petugas akan menghentikan sementara rombongan berikutnya, sampai rombongan sebelumnya yang sedang melontar jumrah rampung.
Untuk mencegah kebakaran di tenda-tenda yang pernah terjadi pada beberapa tahun lalu,disiapkan pula pemadam kebakaran bergerak, yakni sepeda motor gede (moge) buatan China yang dilengkapi dengan alat (tabung) pemadam kebakaran.
Jamaah dapat menggunakan tangga darurat atau lift untuk memilih tingkat mana yang tidak terlalu padat saat melontar jumrah di ketiga lokasi, Aqaba, Ula dan Wustha yang satu dan lainnya berjarak antara 150-190 meter. mch/tar

alhamdulillah
tahun 2008 / 1429 H, saya diberi kesempatan menunaikan ibadah haji.
alhamdulillah
tidak ada masalah yang memberatkan saya dalam menjalankan rukun-rukun haji baik selama di Arafah, Musdalifah atau di Mina.
Semua karena Allah Maha Pengasih, Penyayang dan Kuasa atas hambanya yang kecil
Alhamdulillah.. semoga setiap jamaah mendapatkan kemudahan selama di tanah suci..amiiin
alhamdulillah saya diberikan rahmat Allah berhaji di 2009, semua berjalan lancar baik di madinah, mina, muzdalifah, jamarot dan di masjidilharam. hal yg perlu diperbaiki oleh pengurus haji indonesia adalah penyediaan bis dr maktab ke masjidilharam yg masih kurang. kami yg waktu itu berada di aziziyah hrs nunggu lama dan berjubel ktk bis datang,