Dikaji, Maskapai Swasta Ikut Penerbangan Haji

20 November 2009 | Kategori: Berita, Haji, Haji

MAKKAH-Perusahaan penerbangan swasta lokal memungkinkan untuk ikut terlibat dalam penerbangan haji. Hal itu didasari dengan banyaknya perusahaan penerbangan swasta lokal yang sudah membuka jalur Jakarta-Jeddah. Selain itu, mereka menawarkan harga yang kompetitif.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, di sela-sela peninjauan pelayanan haji, di Makkah, Jumat (20/11) siang waktu setempat. “Peluang itu sangat dimungkinkan untuk dilakukan dalam waktu-waktu ke depan,” kata Agung. Menurut dia, hal itu perlu dukungan peraturan perundang-undangan.

“Memang yang paling baik itu perlu ada perubahan undang-undang,” ujar Agung. Namun, langkah tersebut akan memakan waktu yang tidak sebentar. Sehingga, ujar Agung, penggunaan penerbangan swasta lokal itu cukup menggunakan keputusan menteri (kepmen) atau peraturan perundangan-undangan yang setara saja.

Agung mengatakan, saat ini perusahaan penerbangan yang melayani jamaah haji adalah Garuda Indonesia dan Saudi Arabia Airline. Keduanya merupakan maskapai penerbangan milik pemerintah. Masuknya perusahaan penerbangan swasta lokal bisa menekan Ongkos Naik Haji (ONH).

Saat ini, salah satu perusahaan penerbangan swasta lokal yang melayani rute Jakarta-Jeddah adalah Lion Air. Dharmakirty Syaelendra Putra, pelaksana fungsi pendidikan, sosial, dan budaya Konsulat Jenderal RI di Jeddah, mengatakan, perlu ada kesepakatan antara maskapai penerbangan swasta di Indonesia dengan Arab Saudi.

“Kalau ada perusahaan penerbangan swasta Indonesia ke Arab Saudi, nanti Arab Saudi juga akan minta perusahaan swasta di negaranya untuk terbang ke Indonesia,” kata Dharma. Sehingga, setelah ada kesepakatan antarnegara, maka harus ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman antarperusahaan penerbangan swasta Indonesia dengan Arab Saudi.

Menurut Dharma, penerbangan swasta lokal dari Indonesia memang memiliki tarif yang lebih murah. “Hal itu memang memungkinkan, tapi perlu ada pembicaraan lebih lanjut,” kata Dharma. Dia mengatakan bahwa hal itu merupakan suatu terobosan yang memang layak dicoba. ikh/tar

Artikel Terkait:
  • No Related Post

Komentar