Dirjen Haji: Kritik Memacu Kerja Keras
22 November 2009 | Kategori: Haji
MEKAH–Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Slamet Riyanto menyatakan, dirinya menerima kritik apa pun yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji. Karena dengan kritik tersebut, pemerintah semakin terpacu untuk memperbaiki pelayanan bagi para tamu Allah.
“Kritik apa pun dan dari siapa pun, kita menerimanya dengan lapang dada. Itulah sebabnya, sejak awal kita mengelola penyelenggaraan haji dengan transparan. Kita terbuka sejak menyusun program, sampai pelaksanaan di lapangan, bahkan hingga evaluasi,” kata Dirjen PHU menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja Mekah, Ahad (22/11).
Dirjen Haji mengemukakan hal itu mengomentari hasil temuan Tim Pemantau Dewan Perwakilan Rakyak (DPR) Komisi VIII yang akan membentuk tim pencari fakta tentang penyelenggaraan haji 1430 H. Menurut catatan akhir Tim Pemantau DPR tahap I, Departemen Agama belum memiliki sistem yang mantap dalam penyelenggaraan haji. Oleh karena itu, DPR akan membentuk tim investigasi soal penyelenggaraan haji tersebut untuk perbaikan pelayanan bagi para tamu Allah di masa mendatang.
Menurut Slamet Riyanto, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah bekerja secara optimal guna memberikan pelayanan terbaik. Meski demikian, ia mengakui bahwa tidak semua jemaah haji dapat terpenuhi semua keinginannya. Namun secara umum, penyelenggaraan haji sejauh ini masih berjalan sesuai relnya.
“Kita juga terus memompa semangat kepada petugas agar tetap menjaga energi keikhlasan dan gairah memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah. Tidak hanya jemaah haji, petugas haji juga perlu mabrur. Kita bekerja tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada umat, tapi juga kepada Allah SWT. Itulah sebabnya, PPIH bekerja tanpa pamrih, kecuali mencari ridha Tuhan itu. Dan karena itu pula, semua aspirasi dan gagasan tentang perbaikan penyelenggaraan haji akan diterima dengan tangan terbuka,” kata Slamet.
“DPR menyimpulkan bahwa Departemen Agama tidak memiliki sistem yang kuat dalam penyelenggaraan haji, bagaimana tanggapan Anda?” tanya wartawan. Menanggapi pertanyaan tersebut, Slamet Riyanto mengatakan, “Kita telah menyusun sistem penyelenggaraan haji yang lebih baik sejak dua tahun ini. Bahkan, kita berupaya memberikan pelayanan terbaik berdasarkan standar ISO 2000 agar pelayanan yang telah kita berikan dapat lebih terukur. Sistem itu akan terus kita evaluasi. Manakala memerlukan perbaikan, kita akan perbaiki. Semua demi jemaah haji agar ibadahnya mabrur, sekaligus petugasnya juga mabrur.” mch/yto


Komentar