Masuk Makkah, Warga Saudi Harus Berizin

23 November 2009 | Kategori: Berita, Haji, Haji

MAKKAAH–Gubernur Makkah Pangeran Khalid Al-Faisal mengingatkan  para jemaah calon haji (calhaj) pribumi juga harus memiliki izin terlebih dulu sebelum berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji yang diurus oleh-biro biro jasa.

“Izin menunaikan ibadah haji bagi warga pribumi diberlakukan demi memberikan kesempatan bagi warga asing yang baru pertama kali menunaikan ibadah haji melakukan ibadahnya dengan aman dan nyaman. Pemerintah tidak akan meberi ampun bagi warga yang kedapatan naik haji tanpa izin,” ujar Khalid di Mekkah, Senin (23/11).

Sebaliknya, ia juga mengingatkan pada petugas pemerintah dan swasta yang terlibat penyelenggaraan haji untuk memberikan layanan terbaiknya bagi jemaah calon haji.
Untuk itu, Pangeran meminta para penyelenggara haji agar mengenakan ongkos ibadah haji yang wajar terhadap jemaah calon haji dan menggunakan kendaraan yang didaftarkan untuk keperluan transportasi jemaah.

“Sanksi akan dikenakan bagi pengusaha yang seenaknya menentukan tarif naik haji dan menggunakan kendaraan yang tidak terdatar, ” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar warga meninggalkan kebiasan buruk mereka untuk nongkrong-nongkrong di pinggir jalan atau di gang-gang sempit serta ruang-ruang publik lainnya selama musim haji karena hal itu menganggu kelancaran dan kenyamanan jemaah lainnya.

Menurut dia, pemerintah Arab Saudi sedang mengkampanyekan kesadaran di tengah warga untuk mentaati hukum dan peraturan ibadah haji dengan tema “Berhaji adalah Beribadah dan Menunjukkan Perilaku Beradab” (Haj is Worship and Civilized Behaviour).

Pangeran juga mengungkapkan bahwa setiap tahun terdapat sekitar satu juta jemaah calon haji yang datang secara ilegal ke Tanah Suci untuk menunaikan rukun kelima Islam tersebut.
“Selain membebani pemerintah, mereka juga menimbulkan masalah bagi jamaah lain (resmi) yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia,” ujarnya.

Pada bagian lain, ia mengungkapkan pemeritah Arab Saudi telah mengeluarkan dana miliaran riyal untuk melasanakan berbagai proyek raksasa di Mekah, Madinah, dan tempat-tempat suci lainnya guna meningkatkan kualitas layanan haji. ant/tar

Artikel Terkait:
  • No Related Post

Komentar