Depag Akan Tutup PIHK Nakal
24 November 2009 | Kategori: Berita
JAKARTA–Masyarakat diminta berhati-hati dalam memilih perusahaan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK). Pasalnya, kerapkali terjadi penipuan terhadap calon jamaah haji (Calhaj) sehingga mereka terlantar bahkan gagal berangkat ke tanah suci.
Direktur Pengelolaan BPIH dan Sistem Informasi Haji, Ahmad Junaedi mengingatkan masalah penipuan ini hampir tiap tahun terjadi, sehingga jemaah menjadi korban. “Departemen Agama akan mencopot perusahaan haji khusus (dulu ONH Plus) yang tidak memberangkatkan jemaahnya ke Tanah Suci,” tandas Ahmad Junaedi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/11).
Menanggapi kejadian puluhan calhaj terlantar di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Junaedi mengatakan, masalah itu akibat perusahaan yang tidak bertanggung jawab, hanya ingin mengeruk keuntungan. “Itu tanggung jawab mereka, kecuali jika sudah menyetor ke Depag,” ujarnya.
Namun lanjut Junaedi, sampai detik ini tidak ada bukti telah membayar biaya haji ke Depag. “Kalau jamaah belum dapat visa, karena belum membayar BPIH. Bisa saja jemaah telah membayar ke perusahaan tapi perusahaan tidak meneruskan ke Depag,” jelasnya.
Salah seorang calhaj, Tomo mengungkapkan, ia bersama 50 calhaj asal Jakarta rencananya diterbangkan ke Tanah Suci pada 19 November 2009 lalu melalui penyelengara haji PT Bina Paksinusa Wisata.
Para calhaj yang terlantar tersebut adalah pengguna ONH Plus asal Jakarta dan Kalimantan. “Tetapi sampai tanggal 22 November, kami semua belum juga diberangkatkan,” ujar Tomo. Karena belum diberangkatkan ia beserta puluhan calhaj kemudian ditampung sementara waktu di Hotel Mandala, Rawa Bokor.
Merasa cemas tidak bisa menunaikan haji, pada 21 November malam puluhan calhaj nyaris terlibat bentrok fisik dengan pihak perusahaan penyelenggaran haji itu. “Namun tidak sampai terjadi pertengkaran karena ditenangkan aparat, antara kita dan pihak perusahaan akhirnya membuat perjanjian,” kata Tomo. mch/tar

sebaiknya pemerintah membuat list (data) PIHK /Travel haji yang pernah menelantarkan jemaah haji nya. Untuk dapat dijadikan acuan bagi masyarakat dalam memilih travel haji /PIHK. Terimakasih