Jelang Hari Arafah Keamanan Diperketat
24 November 2009 | Kategori: Berita
Aparat keamanan Arab Saudi melakukan pengamanan ketat menjelang wukuf pada hari Kamis mendatang. Tenda-tenda penjagaan didirikan di setiap sudut kota dan puluhan petugas disebar di sepanjang jalan-jalan utama yang dilakukan calon jamaah haji di Makkah. Beberapa kali sehari, sejumlah helikopter melakukan patroli udara.
Sebanyak 100 ribu pasukan dilibatkan dalam pengamanan pelaksanaan prosesi ibadah haji 1430 H. Deputi II Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Pangeran Naif, menyatakan pemerintah Arab Saudi akan menindak tegas siapapun yang mencoba-coba mengganggu kelancaran ibadah haji. “Kami akan memobilisasikan seluruh daya dan kemampuannya untuk mengamankan jalannya prosesi haji,” ujarnya di Makkah, seperti dikutip Arabnews, kemarin (24/11).
Mulai dua hari lalu, akses jalan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina ditutup untuk umum. Hanya mobil-mobil dengan stiker tertentu yang boleh melintas. Pagar besi dipasang di mulut terowongan Malik Fahd yang merupakan akses terdekat dari Makkah menuju Mina.
Jangankan melintas, berdiri terlalu lama di sekitar terowongan menuju lokasi jamarat juga tidak diperkenankan. Seorang fotografer kantor berita nasional dilarang mengambil gambar lokasi di sekitar terowongan dan gambar yang sudah terlanjur diambil harus dihapus dari kamera.
Dari sisi pelaksanaan ibadah, Misi Haji Indonesia menjamin seluruh jamaah akan melakukan prosesi haji sesuai ketentuan syar`i. Untuk itu, Panitia Pelaksana Ibadah Haji akan melakukan pendampingan ibadah bagi jamaah haji yang sakit dan mengikuti safari wukuf.
Wakil Kepala PPIH Daerah Kerja Makkah bidang Pelayanan Umum dan Ibadah, Supardi, menyatakan, pihaknya akan menjamin seluruh jamaah yang sakit melakukan prosesi yang semestinya sehingga ibadah hajinya menjadi sah. termasuk di dalamnya adalah jamaah yang mengalami gangguan kejiwaan.
“Petugas pendamping telah kami siapkan. Mereka berpengalaman dalam tugas-tugas seperti ini,” ujar Supardi yang juga ketua Tim Safari Wukuf Armina.
Menurut Supardi, jumlah jamaah sakit yang akan disafariwukufkan sebanyak 154 orang. Mereka akan diantar ke Arafah menggunakan 16 ambulans dan beberapa minibus. Pada tiap-tiap kendaraan pengangkut jamaah, akan isiapkan satu hingga dua petugas pembimbing ibadah.
“Mereka akan menuntun satu persatu jamaah tentang apa saja yang harus dilakukan selama wukuf,” jelasnya.
Karena keterbatasan jumlah ambulans, beberapa mobil coaster minibus juga sudah “disulap” menjadi ambulans darurat. Di dalam mobil itu dipasang tempat tidur agar pasien-pasien yang tak mampu duduk bisa dibawa dalam kondisi berbaring

Komentar