Jemaah Safari Wukuf 153 Orang
24 November 2009 | Kategori: Berita
MEKKAH–Sebanyak 153 calon haji (calhaj) asal Indonesia yang sakit akan disertakan dalam safari wukuf. Mereka yang saat ini ada di Balai pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Mekah akan diangkut dengan ambulans, coaste dan bus menuju Arafah pada hari wukuf, Kamis 26 November pagi.
“Wukuf merupakan salah satu syarat sah-nya haji, seluruh jemaah harus melaksanakannya termasuk jemaah sakit. Safari wukuf merupakan wukuf khusus untuk jemaah sakit,” ujar Penanggungjawab Safari Wukuf , Supardi, Selasa (24/11) di Mekah.
Supardi menerangkan, peserta safari wukuf adalah jemaah sakit yang berdasar pertimbangan medis kondisinya tidak memungkinkan untuk menalani wukuf biasa. Pendataan terhadap peserta safari wukuf terus dilakukan. Hingga saat ini tercatat ada 153 jemaah sakit yang akan disertakan dalam safari wukuf.
“Teknis pelaksanaannya, mereka akan dimandikan lebih dulu, kemudian dibantu mengenakan kain ihram dan diangkut menuju Arafah pada hari wukuf. Setelah singgah sebentar di Arafah, mereka akan diangkut kembali ke BPHI. Pelaksanaan lontar jamarat di Mina diwakilkan,” jelas Supardi.
Jemaah yang tidak memungkinkan untuk duduk (jemaah baring), akan diangkut dengan ambulans. Sejauh ini ada 16 ambulans yang disiapkan. Masing-masing bisa mengangkut dua jemaah baring. Ada juga mobil coaster yang tempat duduknya diganti dengan kasur-kasur sehingga bisa digunakan untuk mengankut jemaah baring dengan kapasitas 3 jemaah per coaster.
Sedang untuk jemaah yang kondisinya memungkinkan untuk duduk, diangkut menggunakan bus. Khusus untuk jemaah pasien sakit kejiwaan lebih dulu diberi obat penenang. Mereka akan dikelompokkan dalam kendaraan tersendiri.
Setiap kendaraan safari wukuf akan disertai petugas pembimbing ibadah haji yang melafalkan doa-doa mulai dari perjalanan hingga saat pelaksanaan wukuf. “Petugas-petugas pembimbing ibadah akan melafalkan doa-doa dibantu alat pengeras sehingga bisa didengar oleh jemaah peserta safari wukuf. Mereka akan memastikan jemaah memenuhi syarat sahnya wukuf,” imbuh Supardi. mch/yto

Komentar