Makkah Hujan Lebat, Perjalanan ke Arafah Tertunda
25 November 2009 | Kategori: Berita
JAKARTA–Hujan lebat yang mengguyur kota Makkah selama sekitar dua jam, membuat beberapa titik di Makkah termasuk Ka””bah dan lokasi Wukuf di Arafah Mina (Armina) terendam dan banjir.
”Saya mendapat laporan dari petugas haji kita di Mekah, Jedah dan Madinah. Hujan lebat membuat beberapa lokasi di ketiga kota ini banjir,”” tegas Abdul Ghofur Djawahir, Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Depag , Rabu (25/11).
”Banjir di lokasi Armina dan jalan menuju Armina, membuat jamaah haji sedunia, khususnya jamaah Asia Tenggara dan Indonesia menjadi tertunda untuk berangkat ke Arafah guna menjalankan Wukuf,” papar Ghofur.
Ditambahkannya, hasil keputusan dari Syekh Muchtar Sedayu. Muasasah Asia Tenggara, untuk jamaah dari Asia Tenggara termasuk Indonesia, keberangkatan ke Aarafah ditunda hingga waktu Isya semalam waktu setempat (Rabu 25/11).
Dijelaskan Ghofur, saat ini hampir seluruh karpet dan tenda-tenda yang akan digunakan jamaah haji untuk wukuf, dalam keadaan basah. ”Seluruhnya, jadi tenda dan karpet-karpet yang akan digunakan oleh jamaah dari seluruh dunia,”tandas Ghofur.
Kemungkinan besar Menag Suryadharma Ali menurut Ghofur juga baru akan berangkat menuju Arafah pagi ini (Kamis 26/11).
Menurut Ghofur, setidaknya sudah ada sekitar seribu jamaah dari Indonesia yang sudah berangkat ke Arafah pada pukul 11 siang waktu setempat kemarin. ”Itupun memang karena permintaan dari para jamaah tersebut untuk berangkat awal. Kondisi mereka saat ini di sana basah kuyub. Kami berupaya sekuat tenaga untuk memberikan bantuan agar mereka yang sudah berangkat ini agar tidak kedinginan di sana,”” ungkap Ghofur. Jamaah yang sudah berangkat tersebut menurutnya antara lain dari kloter 84 Solo.
Ka””bah Sempat Terendam
Sementara itu akibat hujan yang mengguyur Mekkah menurut Ghofur juga sempat membuat Masjidil Haram dan Ka””bah terendam. ”Memang belum ada yang melaporkan langsung pada saya, namun kemungkinan bisa sampai sebatas lutut. Namun petugas di Masjidil Haram biasanya cekatan dan dalam sesaat sudah bisa kering kembali,”kata Ghofur.
Hujan lebat juga membuat beberapa tempat di Jedah dan Madinah juga terendam banjir. osa/tar

Komentar