Sebanyak 20 Calhaj Batal ke Arafah

25 November 2009 | Kategori: Berita

JAKARTA–Seluruh calon jAmaah haji (Calhaj) Indonesia mulai menuju Arafah, namun 20 orang urung berangkat untuk menunaikan ibadah wukuf sebagai salah satu rukun haji. Pasalnya, mereka menderita sakit berat sehingga harus dirawat di rumah sakit Arab Saudi.

Sekretaris Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah, Abdul Ghafur Djawahir kepada wartawan, Rabu (25/11) di Jakarta mengungkapkan, setiap tahun panitia pelayanan ibadah haji (PPIH) di Arab Saudi menyelenggarakan safari wukuf bagi jemaah yang sakit. “Hari ini seluruh jemaah termasuk yang sakit berangkat ke Arafah, tapi ada 20 orang tidak bisa dikeluarkan dari rumah sakit, dirawat di ICU,” ujarnya.

Adapun peserta safari wukuf, kata Ghafur, seluruhnya 154 orang, ada 99 orang yang duduk dan 55 orang berbaring yang diangkut dengan mobil ambulans. “Yang tidak ke Arafah, dibadalkan karena wukuf salah satu rukun haji,” imbuhnya.

Direktur Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, dr Sholah Imari Msc menambahkan, hingga Rabu ini, sudah 105 orang calhaj Indonesia yang wafat di Tanah Suci. Kemungkinan jumlah yang wafat bisa bertambah karena problem kesehatan pasca Armina akan meningkat.

Sholah juga mengungkapkan, satu orang calhaj dinyatakan positif terkena flu babi (H1N1). “Tapi sekarang sudah sembuh, dan bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji. Obat tamiflu sudah dikirim, tapi belum banyak digunakan.” Jumlah haji yang meninggal tiap tahun sama, penyebab terbanyak penyakit jantung dan gangguan pernapasan,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Pengelolaan BPIH dan Sistem Informasi Haji, Ahmad Junaedi mengatakan, pada tahun ini mulai ada jemaah haji non kuota, mereka di luar tanggungjawab Departemen Agama. Selain itu muncul masalah jemaah yang terlantar akibat pelanggaran yang dilakukan perusahaan BPIH Khusus. “Perusahaan terima duit, jemaah tidak berangkat,” ujarnya. mch/tar

Artikel Terkait:
  • No Related Post

Komentar