Jembatan Jamarat Siap Beroperasi

26 November 2009 | Kategori: Haji

Jamarat-04MINA –  Pemerintah Arab Saudi mengumumkan telah menyelesaikan pembangunan jembatan lima lantai, yang memungkinkan jamaah haji melempar jumroh lebih mudah. Jamrat Bridge, atau jembatan jumrah, dibangun dengan biaya 4,5 miliar riyal (sekitar Rp 11,3 triliun). Jembatan terdiri dari lima lantai dan dilengkapi teknologi tinggi.

Jembatan ini akan memungkinkan ribuan jemaah haji melakukan ritual jumroh tanpa perlu berdesak-desakan. Di masa lalu, banyak jemaah tewas akibat berdesak-desakan saat jumroh. ””””Kami tidak akan membiarkan jamaah antre sepanjang jalan menuju jumroh,”””” ujar Mayor Jenderal Saad Al Khelaiwi, asisten komandan pengamanan haji.

Melempar jumroh yang merupakan salah satu wajib haji (harus dikerjakan, jika tida harus membayar dam atau denda) akan dilakukan mulai 10 Zulhidjah (27 November) dan tiga hari setelah itu (hari tasyrik). Ada tiga jumroh di Mina yakni Ula, Wustha yang berjarak 150 meter dari Ula, dan Aqabah yang berjarak 190 meter dari Wustha.

Jumrah Aqabah dilakukan l0 Zulhijah (saat Idul Adha atau 27 November) saat matahari mulai tenggelam sampai tengah malam. Kemudian, melontar ketiga jumroh secara berurutan pada ketiga hari setelahnya mulai saat matahari tergelincir sampai tengah malam. Melempar jumrah adalah ritual untuk memperingati saat Nabi Ibrahim digoda setan untuk membangkang dari perintah Allah menyembelih anaknya, Ismail.

Menurut Al Khelaiwi, aliran jamaah haji yang memasuki jembatan akan dikontrol, karena Jamrat Bridge tidak bisa menampung lebih dari 300 ribu jamaah dalam satu jam. ””””Jadi kami akan menugaskan 19 komandan lapangan untuk menghentikan aliran jamaah ketika jumlah yang memasuki jembatan mencapai 300 ribu,”””” ujarnya.

Al Khelaiwi juga mengatakan bahwa jamaah yang memasuki jembatan dilarang membawa tas besar. Ia juga mengatakan akan ada 12 ribu petugas yang akan mengontrol jembatan ini. Mayor Muhammad Al-Shahri, pemimpin Pusat Komando dan Pengawasan, mengatakan bahwa pihaknya memiliki kemampuan memonitor seluruh area operasi. ””””Kami menempatkan 1.850 kamera di banyak tempat di seluruh tempat-tempat suci,”””” ujarnya.

Sedangkan Mayor Jenderal Khidr Al Zahrani, asisten komandan Security Affairs, mengatakan, pihaknya juga fokus pada pencegahan tindak kriminal. ””””Kami telah membantu 30 pos polisi di tempat-tempat suci, untuk menerima pengaduan jemaah,”””” ujarnya.

Jamrat Bridge dirancang untuk mengakomodasi lima juta jemaah haji. Memiliki sepuluh pintu masuk dan 12 pintu keluar, di setiap tingkat, serta sejumlah pintu lagi untuk mengakomodasi jamaah yang datang dari arah berlawanan. Belum seluruh bagian Jamrat Bridge selesai dibangun. Pembangunan empat menara helipad, misalnya, dihentikan selama musim haji. Begitu pula dengan delapan eskalator, yang diprediksi akan selesai tahun depan.

Geliat pembangunan di Arab Saudi ini memang terasa, khususnya di Makkah, di mana puluhan terowongan underpass baru tampak dibangun sejak beberapa tahun terkhir ini. Belum lagi jalan layang ( fly-over ) yang bertambah terus jumlahnya.

Mulai musim haji tahun depan (1430 H) jamaah diharapkan tidak akan dipusingkan lagi dengan kepadatan manusia di ruas jalan di Makkah atau di Armina dengan tersedianya jaringan kereta monorel. Pada tahap pertama, kereta monorel ini mampu mengangkut setengah juta penumpang selama enam sampai delapan jam pengopeasiannya setiap hari.

Proyek yang masih dikerjakan di Armina antara lain konstruksi pembangunan jalan akses tambahan menuju Arafah, penanganan air buangan ( sewage system ), penambahan kamar mandi dan toilet, perluasan lokasi tenda (untuk ritual Wukuf), serta prasarana layanan umum lainnya dengan memapas delapan bukit batu di kawasan Arafah.

Dengan pemangkasan bukit tersebut akan diperoleh ruang tambahan yang bisa mengakomodasi 100 ribu jemaah, tambahan 200 toilet umum, dan tambahan jalan akses sepanjang 700 meter selebar 30 meter. Jika rampung nanti, diharapkan arus lalu-lintas jamaah saat wukuf akan semakin lancar, karena selain aksesjalan utama disediakan pula jalur darurat. mch,teguh setiawan/yto

Artikel Terkait:

Komentar