Mekah Mendung, Jemaah Bertolak ke Mina
26 November 2009 | Kategori: Berita
MEKAH–Kota Mekah Al-Mukaramah saat ini sedang mendung, bahkan beberapa kali petir menyambar. Dalam rintik hujan gerimis, jutaan jemaah haji bertolak dari Kota Mekah Al-Mukaramah menuju ke Mina untuk melaksanakan tarwiyah yang akan berlangsung, Rabu (25/11), setelah magrib hingga subuh.
Jemaah haji bertolak dari Masjidilharam sejak subuh dengan membawa berbagai peralatan yang akan digunakan selama melaksanakan tarwiyah di Mina, seperti membawa tikar, peralatan ibadah, dan perbekalan lainnya.
Mereka menggunakan bus besar atau bus “coaster” dengan penumpang minimal 25 orang. Jemaah yang naik kendaraan kecil berhenti di depan Terowongan King Fahd dan pos tertentu yang akan memasuki Mina. Mereka kemudian mereka meneruskan perjalanan menuju ke Mina dengan berjalan kaki.
Di bawah cuaca mendung, Kota Mekah hiruk pikuk oleh jemaah yang sedang melakukan mobilitas ini. Kemacetan terjadi di semua ruas jalan yang menuju ke Mina dan Arafah. Hanya jalan ke arah sebaliknya yang lengang.
Selama melaksanakan tarwiyah, jemaah haji melakukan mabit, atau tinggal di Mina. Mereka melaksanakan salat magrib dan isa dengan cara jama` taqdim, sedangkan salat isa dengan cara qashar. Secara syar`i, tidak ada aktivitas jemaah yang harus dilakukan selama mabit di Mina. Hanya dengan berada di Mina, jemaah berarti telah mabit.
Tapi secara etika ibadah, alangkah sayangnya jemaah menghabiskan waktu di Mina tanpa memanjatkan doa. Sebab, selama tarwiyah, doa jemaah haji dikabulkan. Maka, saat tarwiyah, jemaah haji berzikir, bertakbir, bertahmid, dan bertasbih. Mereka kemudian berdoa untuk kebaikan diri mereka sendiri, untuk keluarga, untuk lingkungan, untuk bangsa, untuk kebaikan umat manusia, dan agama.
Sementara itu, jemaah haji Indonesia, Rabu (25/11) setela zuhur, mulai bergerak menuju ke Arafah untuk bersiap-siap melaksanakan wukuf di Arafah yang dilaksanaka Kamis (26/11) saat matahari mulai tergelincir. Mereka menginap di padang yang mulai rimbun dengan pepohonan ini selama satu malam.mch/yto

Komentar