Jemaah Sakit 2,5 Jam Berada di Arafah

27 November 2009 | Kategori: Haji

Ambulan-01Mekkah–Pelaksanaan safari wukuf bagi 124 jemaah haji Indonesia yang sakit berlangsung lancar. Iring-iringin 17 ambulan, 3 bus dan 3 coaster yang diberangkatkan dari BPHI Mekkah Pukul 16.00 WAS. memasuki kawasan Arafah sekitar pukul 16.30 WAS.

Perjalanan safari wukuf dari BPHI di kawasan Holidiyah hingga memasuki pintu masuk kawasan Arafah berjalan tidak lebih 20 menit. Kemacetan terjadi justru setelah memasuki kawasan Arafah karena padatnya arus keluar kendaraan dari daerah itu.

Menurut dr. Raymond, pasien yang disafariwukufkan 124 orang, 60 orang pada posisi terbaring dan 64 orang dalam posisi duduk. Bagi yang berbaring diangkut dengan ambulan dan coaster yang seluruh kursinya dicopot dan diganti dengan kasur.

Sebagian besar pasien dalam posisi berbaring, kata dr.Raymond, adalah jemaah haji yang memiliki penyakit bawaan dari tanah air yang bersifat kronis dan kambuh kembali ketika kelelahan di Arab Saudi. “Lihat dari faktor usia mereka,rata-rata sudah tua,” ujarnya.

Pelaksanaan safari wukuf merupakan upaya memenuhi hak jemaah agar tetap dapat melaksanakan ibadahnya, walaupun dalam keterbatasan.”Cuma pertimbangan medis lebih menetukan, apakah seorang pasien dapat disafariwukufkan atau tidak,” jelasnya.

Sebelum disafariwukufkan, setiap pasien di mandikan, dikenakan pakaian ihram dan dipandu berniat untuk menunaikan ibadah haji oleh pembimbing ibadah sambil menunggu untuk diturunkan dari kamar-masing gunakan diangkut ke dalam mobil yang telah tersedia.

Proses mengeluarkan pasien dari kamar hingga masuk ke mobil yang paling menyita waktu hingga 3 jam lebih. Tim pendukung safari wukuf Daker Mekkah padahal telah tiba di BPHI sekitar pukul 09.00 WAS, namun pasien baru dievakuasi ke mobil sekitar pukul 14.00 WAS, sehingga mereka menunggu terlalu lama untuk diberangkatkan ke arafah pada pukul 16.00 WAS.

Saat di Arafah, rombongan menepi dibadan jalan, berhenti sekitar 2,5 jam dan seluruh pintu kendaraan dibuka. Para petugas pun diberi kesempatan untuk berdoa termasuk memberi bimbingan kepada para pasien.mch/yto

Artikel Terkait:
  • No Related Post

Komentar