Rabu, 7800 Jamaah Dipulangkan
Makkah–Seluruh rangkaian ibadah haji telah berakhir Senin (30/11) bersamaan dengan selesainya melempar jumrah bagi jemaah yang mengambil Nafar Tsani.
Selanjutnya jemaah haji Indonesia gelombang pertama dipulangkan ke tanah air mulai 2 Desember. Bagi jemaah gelombang kedua, akan diberangkatkan ke Madinah untuk melaksanakan salat arbain (salat berjamaah 40 waktu).
Mina seluas 3,5 × 3,5 kilometer yang dijejali sekitar tiga juta jemaah haji berangsung-angsur kosong. Jemaah yang mengambil nafar awal (hanya melempar jumrah sampai 12 Zulhijah) telah meninggalkan Mina Ahad (29/11). Menyusul seluruh jemaah yang mengambil nafar tsani (melempar sampai tanggal 13 Zulhijjah) Senin (30/11).
Jamaah lokal yang menginap di pinggir-pinggir jalan dekat Mina langsung pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan dari mancanegara kembali ke pondokannya di Makkah. Kemacetan terjadi sepanjang hari antara Mina-Mekah. Jarak yang hanya tujuh kilometer itu ada yang ditempuh tiga jam.
Sampai di pondokan, jemaah Indonesia yang diberangkatkan dari tanah air pada hari pertama 23 Oktober langsung dipersiapkan untuk pulang. Mereka berasal dari embarkasi Surabaya, Medan, Balikpapan, Makassar, Solo, Banjarmasin, Jakarta, dan Batam. Seluruhnya 7.800 jemaah.
Ada dua kloter dari Surabaya yang dipulangkan pada hari pertama bersamaan dengan kepulangan Menteri Agama. Masing-masing kloter 1 dan 2. Mereka diberangkatkan dari Mekah 1 Desember dan menginap semalam di Jeddah. Di sana jemaah diberi kesempatan melakukan city tour. Selanjutnya mereka dipulangkan ke tanah air.
Menurut Kepala Daerah Kerja Jeddah Subhan Cholid, di Jeddah jemaah diinapkan di hotel berbintang lengkap dengan makannya. Masing-masing Hotel Norcom Oasis, Tayyar, Al Madina Palace, Ghusnul Arac, Adwa Rumansyah, Rothana, dan Sama. Hotel-hotel itu pula yang menyediakan berbagai pilihan wisata kota. Antara lain, makam Siti Hawa, Masjid Qisos, pusat perbelanjaan Balad, masjid terapung di Laut Merah, dan sepeda Nabi Adam.
Subhan mengingatkan agar jemaah tidak terlalu bernafsu membawa oleh-oleh. Perusahaan penerbangan membatasi barang bawanaan maksimal 32 kilogram di bagasi dan satu tas tentengan. Sedangkan air Zamzam diberikan gratis di tanah air. Bagasi itu akan ditimbang di Madinatulhujjaj. Kelebihan bagasi tidak akan diangkut pesawat.
Pemulangan jemaah dilakukan secara berurutan sesuai keberangkatan ke tanah suci.Namun, banyak jemaah yang ingin pulang lebih awal. Alasannya macam-macam. Ada yang karena pekerjaan, keluarga, dan berbagai urusan yang tidak bisa diringgal. “Ada juga yang beralasan harus menyertai istri yang hendak mengikuti tes penerimaan pegawai,” kata Kepala Seksi Kedatangan dan Pemulangan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Iskandar M. Noor.
Sampai kemarin ada 131 surat permohonan tanazul (kepulangan awal itu). Namun, Kadaker Mekah Subakin A.M. memastikan tidak seluruh permohonan disetujui. Kepulangan awal diprioritaskan dengan alasan kesehatan. “Kalau masih ada kursi kosong baru dipertimbangkan bagi mereka yang sehat,” ujarnya.
Kursi kosong pesawat terjadi karena adanya jemaah yang meninggal di tanah suci. Sampai kemarin jumlah mereka 130 orang. Mereka berasal dari berbagai kelompok terbang. Dari embarkasi Surabaya tercatat 31 orang. Masih yang terbesar di antara embarkasi lain. Menurut catatan Teknis Urusan Haji, 12 jemaah meningal sehari setelah wukuf di Arafah. Delapan wafat pada hari wukuf, 26 November. mch/tar

Komentar