Petugas Mulai Sibuk Atur Bagasi Jamaah
1 December 2009 | Kategori: Berita
JEDDAH–Posko Pelayanan pemulangan Jemaah Haji Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (YANPUL PPHI) di Madinatul Hujjaj, Jeddah mulai sibuk mengatur dan menimbang barang-barang bagasi milik jemaah haji yang akan diterbangkan bersama kloter masing-masing.
Barang-barang yang semula sudah ditimbang oleh maktab (kelompok pelayanan haji setempat) ditimbang lagi dan dicek ulang oleh petugas YANPUL sebelum diserahkan kepada maskapai penerbangan yang akan mengangkutnya ke Tanah Air.
Setiap jemaah hanya diperkenankan membawa satu koli (koper) dengan berat maksimal 32 kg barang bagasi dan satu tas tentengan dengan berat maksimal tujuh kg.
Air zamzam sama sekali tidak diperbolehkan, baik dibawa sebagai barang tentengan maupun barang bagasi, karena pihak Garuda telah menyiapkannya di Bandara debarkasi di Indonesia sebanyak lima liter setiap jemaah.
“Setiap koper jemaah akan diperiksa dengan detektor sinar-X, bila kedapatan benda-benda terlarang termasuk air zam-zam akan dikeluarkan,” kata petugas pengecekan barang YANPUL PPIH, Syarifudin Lewa.
Menurut dia, ketentuan berat bagasi maksimal 32 kg untuk jemaah haji merupakan kelonggaran karena untuk penumpang pesawat reguler, Garuda hanya memperbolehkan berat barang bagasi maksimal 20 kg, juga dilarang membawa air zam-zam.
Air zam-zam yang bersumber di sumber mata air di bawah Masjidil Haram diyakini berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit dan sehat untuk dikonsumsi manusia. Perbandingan kandungan unsur kimia antara zam-zam dengan air biasa setiap miligram per liter adalah sbb: klorida l59,7/30, sulfat l40/27, Kalsium 258,9/20, zat padat terlarut l59/20, magnesium 9/0, zat organik 2,79/0 dan organisme 38 kolon/0.
Barang-barang bagasi milik jemaah langsung diangkut dari Mekah Posko Madinatul Hujjaj kemudian dikirim ke bagian kargo Garuda di Bandara King Abdul Aziz Jeddah untuk diterbangkan bersama pemiliknya ke tanah air.
Sekitar 101.000 warga Indonesia Gelombang Pertama (252 kloter) setelah merampungkan ritual puncak haji di Masjidil Haram di Mekah, Padang Arafah dan Mina menginap semalam di Jeddah (sekitar 70 km dari ketiga lokasi tersebut) sebelum diterbangkan ke 11 bandara di Indonesia.
Di Masjidil Haram jemaah melakukan ritual Tawaf (mengitari Kabah tujuh kali) dan Sai (jalan dan lari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah), di Padang Arafah melakukan Wukuf (berdiam diri) dan di Mina melontar jamrah.
Sekitar 91.000 haji Gelombang II jemaah haji Indonesia (223 kloter) seusai prosesi puncak ibadah haji di Masjidil Haram di Mekah, Padang Arafah dan Mina akan diberangkatkan ke Madinah (sekitar 420 km) untuk melakukan Arbain (shalat 40 waktu di Mesjid Nabawi, Madinah) dan berziarah ke lokasi-lokasi bersejarah di seputar kota suci tersebut. mch/tar

Untuk “arba”in” hadits yg disebutkan tdk sahih bahkan palsu, tolong dipastikan lagi