Kloter Pertama Debarkasi Batam Delay 5 Jam

3 December 2009 | Kategori: Berita

JAKARTA– Padatnya jadwal penerbangan jamaah haji di Bandar Udara (Bandara) King Abdul Azzis (KAA), Jeddah, Arab Saudi, pada hari pertama pemulangan jamaah membuat krodit jadwal penerbangan. Akibatnya sejumlah jadwal pemulangan kelompok terbang (kloter) haji Indonesia mengalami keterlambatan. Keterlambatan ini dialami oleh kloter I jamaah haji debarkasi Batam, dimana kloter ini mengalami ketrlmbatan hingga 5 jam. Semula kloter I debarkasi Batam di jadwalkan akan tiba di Bandara Hang Nadiem, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) akan tiba pada pukul 08.00 wib, namun akibat keterlambatan ini pesawat Saudia Arabian Airlines (SAA) dengan nomor penerbangan SV5538 yang mengangkut jamaah debarkasi Batam/BTH 1 direncanakan akan tiba pada pukul 12.56 wib.

“Berdasarkan informasi dari pihak Maskapai Penerbangan SAA terjadinya keterlambatan atau delay tersebut karena adanya krodit akibat padatnya jadwal penerbangan pemulangan jamaah haji pada hari pertama ini, di Bandara KAA, Jeddah. Jadwal yang diberikan kepada kami, jamaah akan sampai di Bandara Hang Nadiem, Batam, Kepri pada pukul 13.16 wib, namun kita sudah konfirmasi ke pihak Bandara, mereka menyatakan pesawat BTH 1 yang mengangkut jamaah itu akan masuk pada pukul 12.56 wib,” ujar Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama (Depag) Kepri Razali Jaya per telepon kepada MCH-Jakarta, Kamis (3/12).

keterlambatan ini, menurut Razali, tidak menjadi kendala bagi pihaknya. “Jadi dengan keterlambatan ini, kami dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Batam akan memperbaiki schedule lagi, mengingat keterlambatan ini mencapai hampir 5 jam. Yang akan kita perbaiki, pertama, kita akan memperbaiki jamuan makan siang untuk jamaah saat di tiba asrama debarkasi. Kedua, panitia-panitia juga sudah kita informasikan tentang keterlambatan ini, termasuk pihak keamanan dan kesehatan di debarkasi. Jadi kami harapkan, panitia akan tetap standby untuk memantau informasi keterlambatan ini dari pihak penerbangan. ” jelasnya.

“Secara umum, bagi kami pihak panitia debarkasi, hal ini tidak ada masalah. Karena jamaah kloter I ini adalah jamaah dari Provinsi Jambi, dan mereka baru akan berangkat kembali ke daerahnya besok menggunakan pesawat domestik. Sehingga tidak ada pengaruh dengan keberangkatan mereka,” tandas Razali. mch/yto

Artikel Terkait:

Komentar