Banyak Barang Jemaah Yang Terpaksa Ditinggal
4 December 2009 | Kategori: Berita
JEDDAH– Hari kedua pemulangan jemaah haji Indonesia, Kamis (3/12) diwarnai banyaknya barang bawaan yang ditolak naik pesawat. Barang-barang tersebut terpaksa ditinggal di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Padahal, sebagian merupakan barang penting.
Ada 18 kloter yang diberangkatkan ke tanah air kemarin sampai tadi malam. Masing-masing ke Surabaya (3), Jakarta (5), Solo (3), Ujungpandang, Padang, Palembang, Batam, Banjarmasin, Medan, dan Banda Aceh. Jemaah yang dipulangkan ke Debarkasi Surabaya dijadwalkan tiba4 Desember. Yaitu kloter 6 pukul 16.40, kloter 4 pukul 17.15, dan kloter 7 pukul 19.10.
Hampir seluruh tas tentengan jemaah telah “beranak”. Ketika tiba di tanah suci jemaah hanya membawa satu tas tentengan. Ketika pulang, banyak yang membawa dua tas. Hampir seluruh jemaah juga membawa tas kresek. Beberapa di antaranya cukp besar. Malah ada yang menenteng dua kresek dan dua tas sekaligus.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah berkali-kali mengingatkan agar jemaah tidak membawa barang bawaan berlebihan. Mereka hanya diberi kesempatan membawa kopor di bagasi yang berat maksimalnya 32 kilogram dan satu tas tentengan.
Kopor itu sudah tidak ada masalah karena sebelum dibawa ke Jeddah, sudah ditimbang terlebih dahulu. Kelebihannya dikembalikan kepada jemaah. Sampai di Jeddah masih ditimbang di Madinatulhujjaj, tempat khusus pemeriksaan bagasi jemaah haji Indonesia. “Sampai sekarang belum ada kelebihan bagasi,” kata H. Silitonga, petugas X Ray di Madinatulhujjaj.
Meski sudah diimbau agar jemaah tidak membawa barang berlebih, banyak yang mencoba-coba. Kebanyakan berupa oleh-oleh khas jemaah haji. Misalnya sajadah, kurma, surban, dan air Zamzam. Ada yang membawa satu jeriken 10 liter Zamzam, Ada pula yang membawa kurma satu tas kresek besar.
Banyak juga jemaah yang membawa biscuit, minuman kotakan, dan makanan-makanan lain yang di Indonesia juga banyak. Juga berbagai peralatan memasak.
“Sebenarnya sudah diingatkan. Tapi, siapa tahu boleh,” ujar seorang ibu yang terpaksa merelakan kurmanya keleran di bandara. Jemaah asal Ujungpandang itu tak henti-hentinya memandangi barang-barang yang ditinggal jemaah.
Pihak penerbangan hanya memberi toleransi barang di luar tas tentengan itu diikat di tas. Lainnya harus ditinggal. Kemarin terlihat beberapa rice cooker, ceret, pakaian ihram, pakaian sehari-hari yang berserekan di ruang tunggu bandara.
“Kami menerapkan aturan sesuai ketentuan penerbangan internasional,” kata Duty Manager Haji Operasional Jeddah Edhy Subakti.
Sebagian jemaah memilih meninggalkan pakaiannya daripada oleh-oleh. Banyak tas berisi pakaian yang ditinggal. Malah ada beberapa tas berisi sajadah dan sorban yang kelihatan masih baru. Tas-tas tersebut kemudian diangkut oleh petugas bandara ke tempat penyimpanan barang jemaah. Meskipun sebagian diberi nama dan alamat tapi sudah dipastikan tidak akan dikirim. Barang-barang tersebut akan dimusnahkan. mch/yto

Komentar