Peristiwa Kloter 10 SUB di Bandara KAA Sudah Ditindaklanjuti
6 December 2009 | Kategori: Angkutan Haji
JEDDAH–Peristiwa memalukan dilakukan sekelompok jamaah haji Indonesia Kloter 10 Surabaya (SUB) di Bandara King Abdul Aziz (KAA), Jeddah, Sabtu (5/12). Berupa pengeroyokan terhadap salah seorang petugas PPIH Indonesia, selanjutnya kejadian ini sudah diminta untuk ditindaklanjuti oleh pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama (Depag) Jawa Timur, karena jamaah sudah diterbangkan ke debarkasi asal.
Wakil Ketua Bidang Keamanan PPIH Arab Saudi/Dansatops Armina, Letkol Abu Haris, saat ditemui wartawan Minggu (6/12) mengatakan pihaknya dalam kasus ini sudah menghubungi dan meminta Kakanwil Depag Jatim, Imam Haramain untuk dilakukan pembinaan terhadap kelompok ini, terutama tokoh yang diduga “menggerakkan” kejadian tersebut. Karena yang bersnagkutan bersama kloternya sudah diterbangkan.
“Kami sudah menghubungi Kakanwil Depag Jatim, Pak Iman Haromain, untuk dilakukan pembinaan terhadap kelompok ini tertutama Mus, 73 tahun, salah seorang pemilik KBIH yang diduga sebagai `penggerak` peristiwa ini. Untuk memperkuat pengamanan di bandara kami sudah mem- BKO- kan Mayor Mustanji, ditambah dua lagi yang kita ambil dari Makkah untuk bertugas dalam satu minggu kedepan,” kata Abu Haris.
Abu Maris meminta hal seperti itu, karena ada dugaan kelompok ni juga bikin onar di Makkah. memukul sopir bis karena datang terlambat, dan merusak tempat tidur. Diduga kelompok ini pula yang melakukan hal serupa di Tanah Suci tahun lalu. “Kita akan dalami kejadian itu, apakah benar seperti itu. Itu kan baru laporan sementara yang sifatnya sepihak,” kata Abu Haris.
Seperti diketahui, pada Sabtu, sekitar pukul 13.45 Waktu Arab Saudi (WAS) terjadi ketegangan di areal Posko jamaah haji Indonesia di Bandara KAA. Salah seorang petugas PPHI Indonesia saat itu berusaha memberi pengertian, sedang menghubungi wakil-wakil dari Saudia, karena kloter ini diterbangkan Saudia Airline. Padatnya penerbangan haji membuat tidak hanya jadwal kepulangan jamaah haji Indonesia yang tertunda, termasuk jamaah dari Turki, China, Nigeria, Pakistan, India dan lainnya, sehingga Bandara KAA penuh sesak.
Awalnya jamaah bisa menerima dan memahami. Tetapi ketika petugas pergi mengambil air wudhu yang lokasinya tidak jauh dari Posko Haji Indonesia untuk sholat dzuhur, mereka mengikutinya. Di tempat wudhu itu, menurut saksi mata, petugas PPIH tadi dikeroyok. Petugas berusaha meloloskan diri dan lari ke depan Balai Pengobatan Haji Indonesia (PBHI), namun terus dikejar, bahkan salah satu dari pengeroyok menghantam dengan kursi. Beberapa jamaah dari Kloter lain dan petugas keamanan PPIH kemudian melerainya.
Ketegangan terjadi di Kloter 10 akibat perbedaan pendapat antara mereka. Saat pesawat “delay” empat jam pihak Saudia memberikan snackj, kemudian karena mengalami dua kali “delay” dan kemungkinan akan terbang pukul 17.00 ditawarkan untuk istirahat di hotel. Kelompok Bojonegoro, Batu, Malang setuju, tetapi sebagian kecil jamaah kelompok Surabaya yang berjumlah hanya sekitar 20 orang tidak setuju, mereka ingin tetap di Bandara.
“Saya tak butuh snack, tak butuh makanan, saya mau terbang. Carikan pesawat. Bagaimana ini, keluarga saya sudah menjemput di Surabaya, di rumah sudah potong sapi, tiba-tiba terbangnya ditunda. Ini kan kacau jadinya. Biar Presiden SBY tahu soal ini,” kata salah seorang darinya berulang-ulang.
Ketua Kloter 10 Moch Maqtur Chotim mengatakan dalam situasi seperti ini, pihaknya sudah berulang kali memberi pengertian, terutama tentang hak-hak penumpang saat pesawat “delay”. “Mayoritas mengerti dan paham, tapi nyatanya ada sebagian kecil yang sulit diberi pengertian,” katanya. mch/yto

Saya secara jujur mempertanyakan kepada para jamaah haji ini, apakah haji mereka itu mabrur.? Memang ritual haji sudah usai pada tanggal 13 Dzulhijjah silam, tapi ibaratnya sebagai tamu Allah mereka masih berada di halaman Rumah Allah swt yang punya hajat. Kenapa mereka berbuat onar.? Apa implementasi haji mereka.? Tidak mengerti saya, uang apa yang mereka gunakan ini.? Apa niat mereka berhaji.? Apa pengaruh haji terhadap kecerdasan keimanan dan emosi mereka.? Nggak ngerti saya.
masyaAllah, knp bisa ada kejadian seperti itu?????, sbenarnya niat mereka ke tanah suci itu apa???????????? smoga Allah segara membukakan hati mereka..
Komentar SAYA : jamaah haji bertingkah seperti hewan itu, membuat saya prihatin, apakah dia berniat haji beneran atau hanya seremonial saja dan mengharap pujian dari manusia (riya ), padahal berhaji adalah suatu ritual yang sangat sakral dan menguji kesabaran hati tiap jamaah. mengesampingkan dunia untuk fokus pada akherat. jika menunggu pesawat yang tertunda saja marah dan menyerang manusia lainnya, apakah pantas dia disebut manusia ? Padahal asal tahu saja dari jutaan jemaah haji yang berhaji, yang hajinya mabrur dan sai nya diterima hanya ALLAH saja yang tahu juml;ah pastinya. ( mungkin hanya 1 ? hanya ALLAH yang tahu ).
SARAN saya : Cobalah mawas diri.
Berhajilah dengan uang halal
mohon ampunan pada ALLAH
Cobalah belajar sabar
Ya , ALLAH lindungilah aku, anak dan istriku, serta keluarga dan bangsa indonesia ini dari setan-setan terkutuk, yang merasuk pada tubuh manusia dan menjelma pada hati manusia. Ya, ALLAH jadikan Hajiku Haji yang mabrur dan terimalah SAI ku. AMIEN
Astagfiruwlah al,azim….knp kelakuan preman ny msh jg blm hilang ? pdhl mereka slesai ber Haji ,mereka tdk pny rs malu dgn bangsa lain yg sm2 berHaji .bagaimana kelakuan mereka sblm jd Haji ? sdh jd Haji sj msh ttp jiwa ny Preman n Bromocorah…