Dirjen PHU Slamet Riyanto : Jemaah Jangan Lakukan Tindakan yang

7 December 2009 | Kategori: Berita

slamet-riyantoMADINAH–Menanggapi peristiwa memalukan dilakukan sekelompok jamaah haji Indonesia Kloter 10 Surabaya (SUB) di Bandara King Abdul Aziz (KAA), Jeddah, Sabtu (5/12). Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. “Kalau terjadi delay pesawat, petugas penerbangan harusnya tampil ke depan menjelaskan kepada jemaah sejelas-jelasnya,” kata Slamet Riyanto saat memberikan keterangan pers kepada MCH di Madinah, Ahad (6/12).

Kepada jemaah haji, Slamet Riyanto meminta, agar jangan melakukan tindakan-tindakan yang tak terkontrol, apalagi penganiyaan terhadap petugas. “Jemaah sedang melakukan perjalanan ibadah, jadi harus dapat menghadapi ujian dan tantangan,” tegasnya.

Slamet Riyanto mengatakan, jangan sampai perjalanan ibadah yang baru dilaksanakan tersebut, menjadi kehilangan nilai dan rusak akibat emosi tak terkontrol. “Tuntunan agama mengajarkan kita, untuk niat yang tulus, ikhlas dan selalu sabar,” ujarnya.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto menyadari, delay pesawat itu sangat tidak menyenangkan. Apalagi sebagian besar jemaah masih dalam kondisi lelah. “Kalau terjadi delay, saya minta perusahaan penerbangan yang paham secara teknis meberikan penjelasan kepada jemaah. Jangan biarkan jemaah dalam kondisi tak menentu,” tandasnya.

Sementara itu Dr.H.Wakhudin seorang pengamat perhajian berpendapat, dalam melaksanakan ibadah haji, tantangannya memang sangat berat, selain menyita waktu, tenaga dan biaya, juga letak geografis, budaya dan adat istiadat saling bersentuhan, termasuk kemampuan menikmati ketidaknyamanan.

Saat Rasulullah berhaji, kata Wakhudin, tantangannya jauh lebih berat lagi, karena pada waktu itu, kota Mekkah masih dikuasai orang kafir quraisy, sehingga Rasulullah tinggal di Hudaibiyah, 30 km dari kota Mekkah. “Karena itu perjalanan ibadah haji mensyaratkan kesabaran dan berprilaku baik bagi setiap orang yang melakukannya,” ucapnya. mch/yto

Artikel Terkait:

Komentar