39.651 Jemaah haji Sudah Kembali ke Tanah Air
8 December 2009 | Kategori: Berita
JEDDAH–Sudah sekitar 39.500 dari seluruhnya 192.000 jemaah haji reguler (Biaya Perjalanan Ibadah Haji, dulu ONH) yang kembali ke tanah air sejak pemberangkatan kloter pertama mulai Rabu (2/12) pekan lalu.
Tim MCH melaporkan dai Jeddah, Selasa, sampai hari ini tercatat telah diterbangkan 97 kloter dari Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah ke 11 bandara debarkasi Indonesia terdiri dari 60 kloter Garuda (termasuk pesawat yang disewa) dan 37 kloter Saudi Arabian Airlines.
Keterlambatan dari jadwal semula tidak bisa dihindari pada hampir semua penerbangan akibat padatnya frekuensi penerbangan di Bandara KAA Jeddah pada pekan-pekan awal pemulangan jemaah haji saat ini.
Akibatnya terajdi penumpukan (kongesti) baik di areal parkir pesawat (parking slot) maupun gerbang masuk penumpang menuju ruang pemeriksaan administrasi (paspor, tiket) dan barang-barang penumpang (check-in area).
Petugas Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) bahkan sempat kehilangan jejak terhadap 450 jemaah kloter 5 asal Batam yang mengalami keterlambatan dari jadwal pemberangkatan semula yakni Minggu pukul 13:05 WAS sampai waktu yang belum dipastikan.
Saat dicari di penginapan transito di Hotel Tayyar, Jeddah, mereka sudah tidak di sana, padahal di Terminal Haji Bandara KAA mereka juga tidak dijumpai.
Ternyata pesawat milik Saudi Arabian Airlines dengan nomor penerbangan SV-5582 yang membawa mereka ke Bandara debarkasi Batam, tidak diterbangkan melalui Terminal Haji, melainkan dari Terimnal Internasional, Bandara KAA Jeddah.
Hal itu terjadi karena otoritas Bandara KAA mengalihkan penerbangan karena areal parkir di Terminal Haji sudah penuh.
Namun demikian, Daker Jeddah Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) menyayangkan hal itu karena pihak Saudi Airlines tidak menyampaikan informasi mengenai pengalihan pemberangkatan jemaah Kloter 5 Batam itu kepada mereka.
Pesawat yang mengangkut jemaah asal Batam itu akhirnya diberangkatkan setelah mengalami keterlambatan sekitar 27 jam dari jadwal semula.
Keterlambatan jadwal keberangkatan pesawat juga sempat memicu keributan antara jemaah Kloter 10 Surabaya dengan petugas PPIH, bahkan seorang petugas PPIH dikeroyok oleh sejumlah jemaah kloter tersebut yang sudah tidak sabar lagi menanti kedatangan pesawat yang akan membawa mereka kembali ke tanah air.
Sebenarnya kekesalan jemaah itu salah alamat, karena seharusnya mereka protes kepada maskapai penerbangan Saudi Airlines yang akan menerbangkan mereka dengan pesawat bernomor penerbangan SV-5562.
Kelebihan barang tentengan atau bagasi masih mewarnai kepulangan jemaah haji Indonesia. Walaupun barang-barang bagasi jemaah haji Indonesia sudah ditimbang dan diseleksi di pool pemeriksaan barang di Madinatul Hujaj, masih ada saja jemaah yang mencoba-coba mengangkut barang-barang bawaan melebihi volume atau jumlah tas yang diizinkan.
Setibanya mereka di Jeddah, barang bawaan mereka diseleksi lagi oleh petuigas bandara, dan sebagian jemaah terpaksa gigit jari karena harus merelakan barang bawaan mereka ditinggal.
Barang-barang yang ditinggal karena kelebihan dari berat atau satuan yang diperkenankan antara lain pakaian ihram, boneka, karpet, sejadah,kurma dan air zam-zam.
Petugas Garuda mengungkapkan, sampai hari ini tercatat sekitar 2,7 ton barang bagasi jemaah Indonesia yang tidak terangkut di pool pemeriksaan barang di Madinataul Hujaj. Barang-barag tersebut kabarnya akan dimusnahkan.mch/yto

kapan kah keberangkatan gaji pasaman