Garuda Sweeping Bagasi Jamaah Haji
JEDDAH–Garuda Indonesia tetap membatasi berat bagasi bagi jAmaah haji Indonesia 32 kg per jemaah. Pembatasan berat tersebut semata-mata hanya berdasarkan pertimbangan keselamatan penerbangan sesuai aturan ketat IATA.
Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Haji Garuda Indonesia Hady Syahrean dalam jumpa pers di Hotel Ambassador Jeddah, Rabu siang Waktu Arab Saudi.
“Kami tidak bisa melayani bagasi lebih dari 32 kg, ini semata-mata karena pertimbangan keselamatan penerbangan berdasarkan aturan dari IATA. Bila kami tidak melakukan sweeping atas kelebihan berat bagasi dan barang bawaan, maka kami berarti menyepelekan keselamatan penebangan,” kata Hady.
Terkait dengan adanya pengumuman dari Air India yang terpasang di penjuru Bandara King Abdul Azs Jeddah, bahwa bagasi bisa mencapai 45 kg per jamaah, Hady menegaskan bahwa Garuda tidak bisa melayani bagasi seberat itu.
“Kami pastikan Garuda tidak bisa melayani bagasi seberat 45 kg per jemaah sebagaimana yang dilakukan Air India. Perlu diingat penerbangan kita butuh waktu di atas 9 jam. Sedangkan ke India hanya butuh 4 jam penerbangan. Kita butuh bahan bakar yang sangat banyak daripada India. Dan waktu penerbangan kita jauh lebih lama. Jadi kita pastikan kita tidak sanggup,” katanya.
Menurut dia, batas bagasi seberat 32 kg dan satu tas tentengan per jemaah sudah demikian luas disosialisasikan oleh Garuda, sehingga seharusnya tidak ada alasan bagi jemaah untuk tidak mengetahui aturan pembatasan tersebut.
Mengenai harapan jemaah agar air Zamzam yang dibagikan saat di debarkasi di tanah air sebanyak 10 liter, Hady juga mengatakan sulit merealisasikannya, karena 5 liter Zamzam per jemaah lah yang sesuai dengan pay load pesawat. “Lebih dari itu sulit lah kami penuhi,” katanya. mch/tar

saya setuju bagasi haji dibatasi demi keselamatan. Kalaupun jemaah ingin membawa banyak barang sebagai oleh2 sebaiknya di anjurkan untuk memakai jasa kiriman. Lagi pula tujuan ke tanah suci kan untuk menunaikan ibadah jadi jangan sampai makna ibadah itu sendiri berkurang karena hati dongkol bagasi ditinggal paksa di bandara.