Jemaah Tertua Dirawat di Madinatul Hujjaj
9 December 2009 | Kategori: Haji
JEDDAH–Jemaah Haji tertua Indonesia Ny. Badriyah Muhammad Amin 93 tahun dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Pusat Pengendali Operasional Pemulangan Jemaah Haji Madinatul Hujjaj, Jeddah. Badriyah didampingi putranya Nurdin dan menantunya Siti Fatimah.
“Saya, istri dan Ibu seharusnya pulang dengan Kloter 3 BTH, tapi karena ibu saya kelelahan, beliau harus istirahat di sini,” kata Nurdin yang didampingi istrinya, Siti Fatimah.
Menurut Nurdin kelelahan ibunya selain karena usianya yang sudah sangat tua, juga karena delay pesawat Saudia yang menyebabkan jemaah yang tergabung dalam Kloter 3 BTH harus mondar-mandir Hotel-Bandara. “Kami sampai pindah hotel dua kali, saat turun dari bus akan masuk hotel ibu (Badriyah-red) sempat pingsan,” kata Nurdin.
Menurut dokter jaga BPIH Madinatul Hujjaj dr. Junaidi Mustafa Naif, Badriyah mengalami kelelahan yang sangat (Obs Fatigue Geriatri), oleh karenanya harus istirahat yang cukup, apalagi yang bersangkutan harus menjalani penerbangan dengan waktu tempuh yang lama.
Nurdin menambahkan bahwa menurut informasi yang disampaikan petugas PPIH di Madinatul Hujjaj, ibunya akan diterbangkan menuju Batam Rabu (9/12) sore. “Informasinya kami akan diberangkatkan Rabu sore besok. Pesawatnya ya Saudia,” kata Nurdin. Berdasarkan jadwal penerbangan, Rabu sore besok adalah jadwal kepulangan Kloter 8 BTH.
Nurdin merasa kasihan dengan ibunya karena terus merengek minta pulang, padahal di satu sisi seharusnya beristiahat cukup karena setelah mendarat di Batam pun, “rombongan kecil” itu harus menempuh perjalanan selama 12 jam lagi untuk sampai ke tempat tinggal.
“Kami kan tinggalnya jauh di Kuala Tungkal,Tanjung Jabung Barat, di Jambi sana. Dari Batam kami naik kapal dulu delapan jam baru sampai jambi. Lalu sesudah itu dari Jambi menuju Kuala Tungkal dengan perjalanan darat selama 4 jam. Masih butuh tubuh yang kuat,” paparnya.
Didahulukan pulang
Selain Badriyah di BPHI Madinatul Hujjaj juga dirawat jemaah asal Kloter SOC 65 (embarkasi Solo) bernama Umar Sidiq bin Amat Sidiq (64). Umar menderita Cirosis Hepatitis. Umar harus segera diterbangkan ke tanah air, karena penyakit yang dideritanya. Setelah dirawat beberapa hari di Madinatul Hujjaj, Umar akan diterbangkan ke tanah air bersama Kloter 21 SOC.
Sementara itu dari Madinatul Hujjaj juga ada jemaah haji yang harus dibawa ke Rumah Sakit Malik Fahd Jeddah, yaitu Sutjipto Hadiwijoyo (64) dari Kloter 5 JKG. Dia harus dirawat di sana karena menderita Diabetes Mellitus. mch/yto

Cuma mau tanya, tahu nggak alamat penuh nya Madinatul Hujjaj ( Nombor bangunan nya, Nama jalan nya) kalau ada plan nya lagi bagus. kalau ada bisa nggak emelkan ke alamat ini. terima kasih.