Lima Jamaah Indonesia Dipindahkan dari RS Mina

9 December 2009 | Kategori: Berita

MINA–Rusdiansyah berharap ia bisa segera menunaikan thawaf ifadah untuk bisa segera kembali ke Tanah Air. “Semoga dimudahkan dan dikuatkan,” bisiknya, seperti ditirukan Siti Mariananingsih, istrinya, Selasa (8/12) siang.

Rusdiansyah adalah satu dari lima pasien asal Indonesia yang tersisa di Rumah Sakit Al Madi, Mina. Mulai Selasa (8/12) petang, rumah sakit Al-Madi yang terletak di tengah tenda jamaah di lokasi Jamarat Mina berhenti beroperasi. Sejak kemarin, para pasien yang masih berada di ruang ICU dipindahkan ke beberapa rumah sakit di Jeddah dan Mekah.

Rusdiansyah mulai tidak enak badan sejak tiba di Arafah untuk melaksanakan wukuf. Hujan lebat yang mengguyur tendanya membuatnya kedinginan. Batuk mulai menyerang. Dalam perjalan menuju Muzdalifah usai wukuf, ia mulai mengalami sesak napas. Tiba di Mina, ia mulai lemas.

Oleh dokter Balai Pengobatan Haji Indonesia yang membuka klinik tenda di Mina, ia segera dilarikan ke RS Mina. Sakit jantungnya diperparah dengan infeksi paru-paru akibat tuberkulosis yang dideritanya.

Sebelumnya, tiga jamaah haji Indonesia telah dipindahkan dari rumah sakit ini. Utje Suherman dan Itoh Masithoh Rafei dipindahkan ke RS Malik Fahd Jeddah dan Suteja Muhammad Nuh ke RS Syisyah.

Pasien terakhir yang dipindahkan bernama Sitti Dahlan asal Blitar. Perempuan berusia 67 tahun ini mengalami infeksi paru-paru pneumonia. Ia menjalani perawatan sejak tanggal 27 November lalu. mch/yto

Artikel Terkait:

Komentar