Pemulangan Jamaah Haji Berangsur Normal
JEDDAH–Jadwal keberangkatan pesawat pengangkut jamaah haji yang kacau akibat tingginya frekuensi penerbangan di Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah, berangsur-angsur mulai teratasi dan mulai berangsur normal,
“Paling tidak sudah empat pesawat Garuda terbang sesuai jadwal, ” kata Kepala Dinas Urusan Haji Garuda Hady Syahrean, di Jeddah, Rabu (9/12).
Empat kloter yang berangkat sesuai jadwal adalah Kloter 5 tujuan Banda Aceh yang berangkat Minggu pukul 21.00 waktu Jeddah, Kloter 4 tujuan Balikpapan (Selasa, 06.45), Kloter 9 tujuan Jakarta (Selasa, 7.45) dan Kloter l9 ke Solo (Selasa, 18.30).
Sebelumnya seluruh jadwal penerbangan angkutan haji Garuda mengalami keterlambatan antara tiga sampai empat jam akibat tingginya frekuensi penerbangan, sehingga pesawat kesulitan mendapatkan parkir, juga terjadi penumpukan penumpang di pintu masuk menuju ruang pemeriksaan dokumen, tiket dan barang-barang penumpang.
Sejak awal pemulangan jamaah haji pada 2 Desember, Garuda telah melaksanakan 69 penerbangan dengan jumlah penumpang sekitar 23.500 orang, selebihnya masih ada 231 kloter lagi dengan 91.000 penumpang yang akan diberangkatkan secara bergelombang sampai 31 Desember.
Dalam musim haji 1430 H/2009 Garuda mendapat jatah untuk menerbangkan seluruhnya 114.500 orang dalam 300 kloter, selebihnya sekitar 88.000 orang diterbangkan dengan pesawat Arab Saudian Airlines dalam 175 kloter.
Hady mengemukakan, keterlambatan jadwal penerbangan yang terjadi pada 2009 jauh lebih singkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang memakan waktu empat sampai lima jam.
Keterlambatan bisa ditekan karena otoritas Bandara KAA Jeddah mengurangi frekuensi penerbangan pada puncak musim haji dari 254 penerbangan sehari tahun lalu menjadi 114 penerbangan.
Selain akibat masalah untuk mendapatkan areal parkir pesawat dan kepadatan penumpang yang antri menuju ruang pemeriksaan, keterlambatan juga terjadi saat pemeriksaan penumpang yang setiap kloter (sekitar 325 sampai 455 penumpang) memerlukan tambahan waktu sampai dua jam.
Sejauh ini Hady masih optimistis jadwal pemulangan jamaah haji Indonesia akan rampung seluruhnya sesuai jadwal, yakni selama sebulan, dengan kloter akhir pada 31 Desember.
“Mudah-mudahan tidak terjadi keterlambatan di atas dua atau tiga jam, karena jika itu terjadi akan menganggu jadwal rotasi penggunaan pesawat, ” ujarnya.
Beberapa kloter jamaah haji mengalami keterlambatan pemberangkatan sampai lebih dua puluh jam seperti dialami oleh Kloter 4 dan 5 tujuan Batam dan Kloter 10 tujuan Surabaya yang menggunakan Saudi Arabian Airlines. ant/tar

Komentar