Jamaah Indonesia Boros Air Bersih
MAKKAH–Kebutuhan air jamaah haji Indonesia tergolong tinggi. Menurut Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Kerja Mekah bidang Pengawasan Perumahan, Syihabuddin Latief, tiap memondokan rata-rata menghabiskan 60.000 ton air selama musim haji.
“Tiap pemondokan rata-rata mengisi dua tangki air perhari, dengan kapasitas masing-masing 30 ton,” ujarnya, usai rapat evaluasi perumahan di Kantor PPIH Daker Makkah, Rabu (9/12). Harga air pertanki, katanya, sekitar RS 650 dan ditanggung oleh pemilik rumah pemondokan.
Bahkan untuk rumah berpenghuni di atas 1.000 orang, kebutuhan air lebih banyak lagi. Ia mencontohkan rumah nomor 1124 di sektor XI yang berpenghuni 1.400 orang. “Kebutuhan air perhari adalah 10 tangki, atau 300 ton air,” tambahnya.
Berbeda dengan di Tanah Air, kebutuhan air di Mekah disuplai oleh beberapa perusahaan dan dikirim menggunakan mobil tanki, bukan pipa. Air ini berasal dari penyulingan air laut yang dilakukan di Jeddah. Harga air pertanki bervariasi, antara RS 300 hingga RS 600. Harga akan melonjak pada musim haji.
Dalam rapat itu pihaknya menyoroti masih adanya keterlambatan suplai air di beberapa pemondokan. Keterlambatan umumnya terjadi pada beberapa hari sebelum dan setelah prosesi wukuf di Arafah dan lempar jumrah di Mina. Pada musim ini, jalanan Mekah memang sangat padat, bahkan macet total di beberapa wilayah.
Sebelumnya, kata Syihabuddin, pihaknya sudah mengingatkan para pemilik pemondokan untuk memperhatikan suplai air bagi jamaah dalam bentuk surat. Pemondokan yang tidak mengindahkan imbauan itu diancam untuk tidak direkomendasikan lagi untuk disewa pada musim haji berikutnya. Surat itu ditembuskan kepada muasasah (konsorsium penyelenggara haji Arab Saudi), Kementerian Haji Arab Saudi, dan maktab. “Dengan begitu, ketiga lembaga ini turut melakukan pengawasan,” ujarnya.
Menurut Madjid Muhammad Sakho, pemilik pemondokan nomor 1124, ia menandatangani kontrak dengan perusahaan penyumpai air dengan nilai kontrak perhari dihitung rata-rata RS 6.500. “Alhamdulillah, sejauh ini kiriman air tak pernah kurang,” ujarnya.
Menurut Madjid yang juga kepala Rumah Tahanan Jeddah ini, berbeda dengan jamaah haji dari negara lain, jamaah Indonesia terkenal sangat boros air. “Mungkin karena di Indonesia air gampang diperoleh,” ujarnya beranalisa.
Ia juga menyayangkan masih adanya jamaah yang berperilaku buruk menyangkut soal penggunaaan air ini. “Misalnya, setelah menggunakan air, lupa menutup kembali kerannya,” ujarnya. mch/tar

Bukan org Indonesia namanya kalau nggak jorok, boros, lalai, malas, norak, dsb….