<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ironi di Jabal Tsur</title>
	<atom:link href="http://www.jurnalhaji.com/2009/12/14/ironi-di-jabal-tsur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/14/ironi-di-jabal-tsur/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 06:15:10 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: mahfudz</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/14/ironi-di-jabal-tsur/comment-page-1/#comment-815</link>
		<dc:creator>mahfudz</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2010 05:40:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2364#comment-815</guid>
		<description>mudah-mudahan kami bisa berziarah kesana</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mudah-mudahan kami bisa berziarah kesana</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: usman effendi</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/14/ironi-di-jabal-tsur/comment-page-1/#comment-634</link>
		<dc:creator>usman effendi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 01:45:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2364#comment-634</guid>
		<description>Sungguh merasakan dengan uraian cerita di atas, insya Alloh kami akan merasakannya kelak jika sampai waktunya, amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sungguh merasakan dengan uraian cerita di atas, insya Alloh kami akan merasakannya kelak jika sampai waktunya, amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hafidz</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/14/ironi-di-jabal-tsur/comment-page-1/#comment-530</link>
		<dc:creator>Hafidz</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 09:25:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2364#comment-530</guid>
		<description>waktu haji 1426 yang lalu, saya belum sempat menuju puncak jabal Tsur, Insya Allah kalau ada kesempatan mengunjungi tanah haram ini, saya berencana mendaki sampai puncaknya, Amin....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waktu haji 1426 yang lalu, saya belum sempat menuju puncak jabal Tsur, Insya Allah kalau ada kesempatan mengunjungi tanah haram ini, saya berencana mendaki sampai puncaknya, Amin&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Febby</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/14/ironi-di-jabal-tsur/comment-page-1/#comment-370</link>
		<dc:creator>Febby</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 06:52:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2364#comment-370</guid>
		<description>Saat brangkat haji kemarin (Nov-Dec 2009) sy sempat menanyakan ttg tidak begitu diperhatikannya peninggalan sejarah di negeri saudi. Ada beberapa alasan :

1. Pemerintah khawatir ditempat-tempat muncuk kesyirikan atau bid&#039;ah. Memang sy melihat sendiri bagaimana orang-orang india, pakaistan dan juga indonesia berbuat yg aneh-aneh pd tempat-tempat tsb dengan alasan mencari berkah, seperti : mengusap-usapkan sorban, kopiah, sajadah atau yg lainnya ke dinding atau bagian-bagian tertentu tempat tsb. Berdo&#039;a bahkan ada yg melaksanakan shalat di tempat tsb padahal tdk ada syari&#039;at shalat di sana (seperti shalat di gua  dan gua tsur)

2. Pemerintah bahkan akan menutup/membinasakan tempat-tempat bersejarah tsb jika ternyata kesyirikan atau kebid&#039;ahan yg ditimbulkannya semakin parah.

Demikian sedikit info yg sy dapatkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saat brangkat haji kemarin (Nov-Dec 2009) sy sempat menanyakan ttg tidak begitu diperhatikannya peninggalan sejarah di negeri saudi. Ada beberapa alasan :</p>
<p>1. Pemerintah khawatir ditempat-tempat muncuk kesyirikan atau bid&#8217;ah. Memang sy melihat sendiri bagaimana orang-orang india, pakaistan dan juga indonesia berbuat yg aneh-aneh pd tempat-tempat tsb dengan alasan mencari berkah, seperti : mengusap-usapkan sorban, kopiah, sajadah atau yg lainnya ke dinding atau bagian-bagian tertentu tempat tsb. Berdo&#8217;a bahkan ada yg melaksanakan shalat di tempat tsb padahal tdk ada syari&#8217;at shalat di sana (seperti shalat di gua  dan gua tsur)</p>
<p>2. Pemerintah bahkan akan menutup/membinasakan tempat-tempat bersejarah tsb jika ternyata kesyirikan atau kebid&#8217;ahan yg ditimbulkannya semakin parah.</p>
<p>Demikian sedikit info yg sy dapatkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: umat</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/14/ironi-di-jabal-tsur/comment-page-1/#comment-365</link>
		<dc:creator>umat</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 22:04:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2364#comment-365</guid>
		<description>subhallah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>subhallah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

